Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 11:36 WIB

Thailand Akan Tindak Biksu Pembenci Muslim

Oleh : - | Jumat, 22 September 2017 | 10:25 WIB
Thailand Akan Tindak Biksu Pembenci Muslim
Phra Maha Aphichat Punnajanto. - (ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Bangkok - Pemerintah Thailand berencana mengambil langkah hukum terhadap seorang biksu Buddha, yang ditahan polisi karena mengirim pandangan kebencian terhadap Islam di media sosial.

Phra Maha Aphichat Punnajanto adalah biksu yang bermarkas di kuil di Bangkok, namun polisi menahannya pada Selasa (19/9/2017) di Thailand selatan, tempat pemberontak Muslim bergerilya beberapa dasawarsa.

Juru bicara pemerintah pimpinan militer Thailand mengatakan Aphichat telah diperingatkan bahwa kegiatan media sosialnya dapat memicu sengketa agama.

"Tindakannya merendahkan agama lain dan dianggap tidak pantas," kata Letnan Jenderal Sansern Kaewkamnerd.

"Pemerintah sekarang harus mengambil tindakan hukum terhadap dia," tambahnya seperti dilansir Reuters.

Biksu 31 tahun itu mulai tampil menonjol pada 2015 ketika dia mendesak umat Budha di seluruh negeri untuk membakar sebuah masjid sebagai pembalasan atas setiap biksu yang terbunuh dalam sebuah pemberontakan.

Biksu yang lantang bicara tersebut juga giat berkampanye untuk menjadikan Buddhisme sebagai agama negara Thailand.

Aphichat telah menyuarakan kekaguman Ashin Wirathu, seorang biksu di Myanmar yang terkenal dengan pandangan anti-Muslim, dan melihat tindakannya sebagai model untuk melindungi Buddhisme di Thailand.

Polisi mengatakan Aphichat ditahan di unit Divisi Penindakan Kejahatan di Bangkok.

Gambar yang muncul di media sosial pada Rabu malam (20/9/2017) menunjukkan atribut Aphichat dilucuti di kuilnya.

Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan mengatakan pada Kamis (21/9/2017) bahwa Aphichat telah meninggalkan ordo religiusnya secara sukarela.

Perhimpunan Buddhis Thailand mengeluarkan pernyataan menentang penahanan Aphichat, dengan mengatakan bahwa itu tidak terhormat dan melanggar hak pribadi.

Biarawan dari kuil sama, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Aphichat tidak melanggar undang-undang, yang mengatur ordo mereka dan mencopot kedudukannya sebagai biksu.

Komentar

 
Embed Widget

x