Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 05:45 WIB

Puluhan Wartawan Pendukung Gulen Mulai Diadili

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 19 September 2017 | 12:57 WIB
Puluhan Wartawan Pendukung Gulen Mulai Diadili
(Foto: PressTV)
facebook twitter

INILAHCOM, Istanbul Sebanyak 30 wartawan dan eksekutif Harian Turki Zaman yang diberangus tahun lalu, mulai diadili Senin (18/7/2017).

Kantor berita Reuters mengabarkan, mereka dituduh menjadi anggota organisasi teror dan bermaksud menggulingkan Pemerintahan Recep Tayyip Erdogan. Bahkan, harian yang pernah dikenal di Turki itu dituduh mendukung gerakan kelompok oposisi Fethullah Gulen yang kini hidup di pengasingan di Pennsylvania, AS, dengan ancaman hukuman mati.

Ada tiga tuduhan berat yang dijatuhkan kepada puluhan wartawan itu. Pertama, hendak menggulingkan konstitusi Turki, yang sah. Menggulingkan parlemen Turki dan Pemerintahan Turki. Harian Zaman juga dituduh kebablasan menerapkan kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Karena itulah, harian tersebut diberangus bulan Maret 2016, melalui sebuah dekrit presiden, sebelum terjadi kudeta militer.

Sebanyak 22 wartawan di antaranya telah ditahan selama beberapa bulan, termasuk di antaranya kolomnis Sahin Alpay. "Seandainya gerakan kaum Gulen itu berperan dalam kudeta, saya tidak bakal menulis kolom di Harian Zaman," kata Sahin Alpay kepada kantor berita Turki Dogan.

Sementara itu, Ali Bulac, kolomnis Turki lain mengakui bahwa organisasi Gulen adalah organisasi teroris. "Tapi saya tidak pernah menjadi anggota," kata Ali Bulac di depan pengadilan yang digelar di Penjara Silivri, sekitar 60 kilometer Barat Istanbul. "Saya tidak melihat lubang di bawah, ketika saya melihat bintang di langit," kata Ali Bulac, seraya menjelaskan ketika bekerja di Zaman, kelompok Gulen belum dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Departemen Kehakiman Turki menyebutkan sejak Juli lalu, tercatat 50 ribu telah ditahan, dan 169 ribu lainnya dianggap melanggar hukum, sejak percobaan kudeta gagal tahun lalu. Kelompok pembela hak asasi manusia menyebutkan lebih dari 160 wartawan ditahan di Turki, suatu jumlah terbesar di dunia. Pengadilan lanjutan akan digelar pekan depan.

Komentar

 
x