Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 05:36 WIB

Bekas Direktur Kampanye Trump Pernah Disadap FBI

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 19 September 2017 | 12:31 WIB
Bekas Direktur Kampanye Trump Pernah Disadap FBI
Donald Trump dan Paul Manafort - (Foto: NBC)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Tim penyelidik AS menyadap percakapan telepon dan komunikasi Paul Manafort, bekas kepala tim kampanye Donald Trump, berdasar perintah pengadilan.

Dalam laporan eksklusifnya, CNN mengabarkan Senin (18/9/2017), penyadapan itu dilakukan selama kampanye tahun 2016, dan awal 2017. Sejumlah pejabat tinggi intelijen AS menyatakan, sejumlah komunikasi itu dikumpulkan karena Manafort dicurigai mendorong Rusia agar membantu kampanye Trump.

Perintah rahasia penyadapan itu, dikeluarkan pengadilan AS di bawah Akta Pengintaian Intelijen Asing, FISA. Hal itu dimulai sejak 2014 lalu, ketika Manafort mulai dicurigai oleh Badan Investigasi Federal, FBI. Paul Manafort yang kini telah diberhentikan dari lingkaran Donald Trump, memimpin sebuah kelompok konsultan di Washington untuk pemerintah Ukraina.

Sumber lain mengungkapkan, perintah penyelidikan itu dikeluarkan, dan menjadi bagian dari penyelidikan FBI yang menginvestigasi hubungan antara Trump dan jaringan Rusia. Tak jelas kapan perintah penyidikan itu dimulai, namun beberapa sumber CNN mengungkapkan, perintah penyidikan itu dilakukan awal 2017. Yakni ketika FBI menggeledah gudang penyimpanan dokumen milik Manafort. Belum ketahuan bukti apa saja yang didapatkan FBI.

Paul Manafort membantah dugaan bahwa ia pernah melakukan komunikasi dengan intelijen Rusia, selama pilpres 2016. Bekas kepala tim kampanye Trump itu juga membantah ikut mendorong Rusia untuk melemahkan kepentingan AS. FBI kemudian berhenti melakukan penyadapan pada Juni 2016, ketika Donald Trump Jr, putra sulung Trump melakukan pembicaraan rahasia dengan pengacara Rusia di Trump Tower.

Tenggang waktu itu merupakan bukti penting bagi tim penyelidik Robert Mueller untuk menentukan apakah ada bukti kuat yang menunjukkan hubungan antara para pejabat Rusia dengan kubu Trump.

Komentar

 
x