Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 05:43 WIB

Frank Giaccio Bocah Pemotong Rumput Gedung Putih

Oleh : Didi Prambadi | Minggu, 17 September 2017 | 23:41 WIB
Frank Giaccio Bocah Pemotong Rumput Gedung Putih
(Foto: EPA)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Frank Giaccio, bocah berusia 11 tahun terperanjat saat didatangi dan diajak bicara Presiden Donald Trump, ketika ia asyik memotong rumput halaman Gedung Putih.

ABC News melaporkan Jumat (15/9/2017), Trump menepuk punggung dan memberi salam 'High Five' kepada Frank. "Inilah masa depan negara. Kita benar-benar beruntung," kata Trump kepada wartawan. Frank Giaccio, bocah asal Falls Church, Virginia itu mengaku ingin menjadi anggota satuan khusus US Navy Seal. "Dia akan terkenal, dan suatu hari kelak bisa menjadi anggota US Navy Seal. Dia akan menjadi orang besar," kata Trump kepada wartawan.

Frank Giaccio berhasil menjadi petugas pemotong rumput Gedung Putih, setelah ia mengirim surat kepada Presiden Trump. Dalam suratnya yang dikirim awal tahun 2017 itu, Frank menyatakan ingin memotong rumput Gedung Putih beberapa akhir pekan.

"Meski saya baru berusia 10 tahun, saya ingin menunjukkan pada negara AS, bahwa bocah muda seperti saya siap membantu AS," tulis Frank yang juga kerap memotong rumput tetangganya. "Saya bawa ekstra bensin dan aki untuk keperluan itu. Saya berikan jasa saya secara cuma-cuma," tulis Frank yang memuja Donald Trump yang berlatar belakang bisnis itu. "Saya juga mulai berbisnis," tulisnya.

Surat itu, ternyata ditanggapi oleh Sarah Sanders, sekretaris pers Gedung Putih dan menyatakan Presiden Trump juga setuju Frank bekerja jadi tukang potong rumput. Setelah tugasnya selesai, Presiden Trump mengundang kedua orang tua Frank ke dalam ruang kerja kepresidenan Oval Office.

Dalam kesempatan itu, Frank juga bertemu dengan Wakil Presiden Mike Pence dan bertemu dengan para wartawan Gedung Putih. Untuk pekerjaannya itu, Frank minta bayaran normal saja. Cuma $ 8.00 atau sekitar Rp 100 ribu. Entah kenapa Frank akhirnya memasang tarif, padahal dalam suratnya ia bersedia memberi gratis.

Komentar

 
x