Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 21:42 WIB

Pemerintah AS Terapkan Sanksi Visa pada 4 Negara

Oleh : Didi Primbadi | Kamis, 14 September 2017 | 13:05 WIB
Pemerintah AS Terapkan Sanksi Visa pada 4 Negara
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter


INILAHCOM, Washington DC - Pemerintahan Presiden Donald Trump menerapkan sanksi visa bagi empat negara yang menolak menerima kembali warganya yang dideportasi karena tindak kriminal dari AS.

The New York Times mengabarkan Rabu (13/9/2017). keempat negara itu adalah Kamboja, Eritrea, Guinea dan Sierra Leone. ''Hukum internasional mengharuskan setiap negara menerima kembali warganya yang dideportasi dari AS,'' kata Elaine Duke, akting Menteri Keamanan Dalam Negeri AS. ''Dan keempat negara itu tidak mampu bertanggungjawab pada ketentuan tersebut,'' lanjutnya.

Sanksi yang dijatuhkan AS, antara lain membatasi jumlah visa bagi warganegara dari keempat negara itu yang hendak berkunjung ke AS. Selain itu, AS juga menunda pemberian visa bagi mereka. Sanksi itu terpaksa dijatuhkan AS, karena keempat negara itu tidak bersedia memberikan dokumen atau paspor bagi mereka yang dideportasi AS. Menurut ketentuan Mahkamah Agung AS, Pemerintah Washington dilarang menahan para imigran asing yang negaranya tidak bersedia menerima kembali.

Salah satu kasus menimpa imigran Haiti bernama Jean Jacques. Kriminal yang ditahan beberapa tahun karena kasus pembunuhan itu, dilepaskan pada 2012 karena tidak punya dokumen resmi atau paspor dari Pemerintah Haiti. Alasannya, karena Jean Jacques tidak dapat menunjukkan bahwa ia warganegara Haiti. Pada 2015 lalu, Jacques divonis 60 tahun penjara karena membunuh seorang perempuan Norwich, Connecticut.

Menurut data kantor Keamanan Dalam Negeri AS, tercatat 700 warga Eritria yang harusnya dideportasi dari AS tapi tak diterima oleh Pemerintahan Asmara. Lalu ada sekitar 1.900 warga Kamboja yang dideportasi, dan 1.412 di antaranya adalah penjahat kriminal. Petugas imigrasi ICE, berhasil memaksa 2.137 warga Guinea dan 831 warga Sierra Leon pulang ke tanah air mereka, karena terlibat tindak kriminal.

Tags

 
x