Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 12:22 WIB

Belasan Ulama, Intelektual & Aktivis Saudi Ditahan

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 13 September 2017 | 13:01 WIB
Belasan Ulama, Intelektual & Aktivis Saudi Ditahan
Polisi militer Arab Saudi - (Foto: Ahram)
facebook twitter

INILAHCOM, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi menangkap lebih banyak lagi ulama, kaum intelektual dan para tokoh agama lainnya, sebagai upaya menumpas gerakan oposisi menentang Kerajaan Arab Saudi.

Kantor Berita Reuters mengabarkan, peristiwa itu disampaikan para aktivis lewat linimasa Selasa (12/9/2017). Para ulama kondang yang ditangkap akhir pekan lalu adalah Salman al-Awdah, Awad al-Qarni dan Ali al-Omary. "Ketiga orang itu bisa dipastikan telah ditangkap," kata Yahya al-Assiri, Direktur Pusat Kelompok Pembela Hak-hak Warga Saudi, AlQst. "Sedangkan lainnya, belum dapat informasinya," lanjut Yahya.

Sejumlah aktivis yang memonitor dan mendokumentasi kegiatan di Arab Saudi mengungkapkan, sedikitnya ada delapan orang tokoh penting - seperti ulama, akademisi, pemandu acara televisi dan seorang penyair yang ditahan sejak Senin kemarin. Sedangkan kelompok pembela hak-hak warga Saudi, AlQst, melaporkan beberapa orang yang dulu pernah ditahan, kini ikut diamankan.

Kantor berita resmi SPA melaporkan Selasa pagi, bahwa penguasa Saudi menemukan "Adanya kegiatan intelijen yang menguntung pihak luar negeri oleh beberapa orang yang tak disebutkan namanya," bunyi laporan SPA. Salman al-Awdah misalnya ditahan karena menulis dalam akun Twitternya, yang menyebutkan "Menyambut baik berakhirnya perseteruan antara Qatar dan negara-negara Teluk, yang dimulai di Mesir."

Sedangkan penyair Ziad bin Neheet ditangkap karena mengunggah video saat dirinya mengecam wartawan yang mengeksploitasi negara-negara Teluk terhadap Qatar. "Kejadian antara Qatar dan Kerajaan Arab Saudi adalah peristiwa normal dalam perbedaan politik. Namun media massa yang melaporkan kejadian itu, sangat, sangat negatif," tulis Ziad. Karena itu ia ditahan.

Seperti diketahui, Qatar dikucilkan oleh negara-negara Teluk pimpinan Arab Saudi, karena dituduh mendukung kelompok militan ISIS dan Iran. Qatar juga dikenai sanksi ekonomi dan jalur perdagangannya diblokade. Namun belakangan hubungan Qatar dan negara-negara Teluk tampaknya mulai mencair, walaupun belum sempurna.

 
x