Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:39 WIB

Jerman dan AS Kecam Penahanan Warganya di Turki

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 8 September 2017 | 11:52 WIB
Jerman dan AS Kecam Penahanan Warganya di Turki
Kanselir Jerman Angle Merkel
facebook twitter

INILAHCOM, Berlin - Kanselir Jerman Angle Merkel menyatakan negara-negara Eropa tidak bijaksana apabila masih bersedia menerima Turki menjadi anggota Uni Eropa.

Fox News mengabarkan Kamis (7/9/2017) hal itu diungkapkan Angela Merkel dalam sebuah jamuan bisnis di Kota Nuremberg, Jerman. "Kita harus bereaksi lebih tegas melihat perkembangan yang terjadi belakangan ini," kata Merkel. "Mungkin ada baiknya kita pikirkan mereka lagi di masa depan," sambung Merkel.

Pernyataan keras Merkel itu diucapkan setelah Turki tetap menahan Deni Yucel. Wartawan Jerman berdarah Turki yang ditahan dengan tuduhan subversi tersebut belum diadili walaupun telah berada dalam tahanan lebih dari 200 hari. Tak cuma itu. Turki juga menahan 12 warga Jerman karena alasan politis.

Pernyataan Angela Merkel itu didukung oleh para pejabat AS, yang menyesalkan penahanan Pemerintah Ankara terhadap Andrew Brunson. Pastor berusia 48 tahun itu ditahan Turki sejak Oktober lalu, dengan tuduhan terlibat organisasi teroris bersenjata yang hendak menumbangkan Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. "Sejak Brunson ditahan, petugas Konsuler AS telah menjenguk beberapa kali. Terakhir 24 Agustus lalu. Kami meminta agar Brunson dilepaskan, namun nasibnya tetap saja tak menentu," tutur seorang pejabat tinggi Konsulat AS di Turki.

Menurut Komisi Perlindungan Wartawan, CPJ, Turki merupakan salah satu negara yang berisiko tinggi bagi wartawan. Sejak 2016, Pemerintah Ankara menangkap dan menahan 81 wartawan karena laporan mereka yang dinilai menyudutkan Pemerintahan Presiden Erdogan. "Turki menjadi tempat tahanan terbesar dunia bagi wartawan," ujar Robert Mahoney, Deputi Direktur Eksekutif CPJ.

Banyak di antara mereka dikenai tuduhan terlibat upaya kudeta menggulingkan Erdogan. Padahal, berita yang ditulis para wartawan itu merupakan kenyataan yang terjadi saat itu. "Kami berasumsi bahwa tuduhan yang dijatuhkan bernuansa politik, dugaan terorisme seperti lainnya," kata Maria Adebahr, Juru Bicara Kemenlu Jerman yang selama ini tidak tahu tuduhan apa yang dijatuhkan kepada para wartawan asing tersebut. "Mereka menyatakan diri sebagai negara moderat, tapi mereka menutup kebebasan berekspresi dan mengendalikan informasi," tutur Robert Mahoney.

Tags

Komentar

 
x