Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 11:39 WIB

Pengguna Medsos China Cemburu pada Warga Muslim

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 7 September 2017 | 11:54 WIB
Pengguna Medsos China Cemburu pada Warga Muslim
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Pengguna internet China membanjiri media sosial milik Pemerintah Beijing dengan slogan dan pesan anti-Muslim, untuk mengecam aksi kekerasan yang melibatkan kaum Muslim, Rabu (6/9/2017).

Yahoo.com mengabarkan, tindakan itu dilakukan setelah beredar rekaman video yang menggambarkan kerusuhan yang dilakukan warga Muslim di Kota Tangshan, Provinsi Hebei, China. Dalam video itu, sekelompok minoritas warga Hui terlibat adu fisik dengan satuan polisi yang menggunakan tameng dan pentungan. Dalam rekaman yang berlangsung malam hari dan agak gelap itu, warga Hui tampak mengacungkan tinju ke udara, dan menunjuk-nunjuk satuan polisi agar berlutut. Tak jelas, apakah kaum Muslim itu melempari petugas dengan batu.

Beberapa bulan belakangan, pengguna linimasa di China khawatir dengan berbagai laporan yang menyebutkan warga Muslim di China mendapat perlakuan istimewa. Juli lalu, sebuah aplikasi yang menawarkan pelayanan makanan halal, menjadikan warga China marah dan naik pitam, dan menuduh Pemerintah Beijing 'memberlakukan diskriminasi terhadap kaum Muslim'.

Padahal pada sejumlah kasus, warga Muslim China mengalami berbagai tekanan. Terutama bagi warga Uighur yang berdiam di Utara China, karena dituduh mendalangi beberapa aksi kekerasan dan pengeboman di China.

Para penguna media sosial juga mengecam dan menyalahkan jajaran petugas keamanan China karena dianggap tidak becus menangani aksi kekerasan warga Hui yang beragama Muslim itu. "Bagaimana mungkin mereka mengabaikan hukum dan polisi gagal bertindak!" bunyi salah satu pemilik akun linimasa. "Siapa sih warga Hui? Mereka cuma minoritas!"' sambung pemilik linimasa lainnya.

Beberapa bulan belakangan, pengguna linimasa di China khawatir dengan berbagai laporan yang menyebutkan warga Muslim di China mendapat perlakuan istimewa. Juli lalu, sebuah aplikasi yang menawarkan pelayanan makanan halal, menjadikan warga China marah dan naik pitam, dan menuduh Pemerintah Beijing 'memberlakukan diskriminasi terhadap kaum Muslim'.

Padahal pada sejumlah kasus, warga Muslim China mengalami berbagai tekanan. Terutama bagi warga Uighur yang berdiam di Utara China, karena dituduh mendalangi beberapa aksi kekerasan dan pengeboman di China.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x