Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 12:37 WIB

Presiden Putin Bela Posisi Korut Lawan AS

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 6 September 2017 | 12:35 WIB
Presiden Putin Bela Posisi Korut Lawan AS
Presiden Rusia Vladimir Putin - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pemimpin Korut Kim Jong-un akan membiarkan rakyatnya makan rumput daripada menyerahkan diri dan mengungkap program nuklirnya.

NPR News mengabarkan, hal itu diungkap Putin Selasa (5/9/2017) di Xiamen, China. Pemimpin Rusia itu menghadiri 'Dialog Perkembangan Pasar dan Ekonomi Negara-negara berkembang' atau dikenal dengan BRICS. Yakni, kelompok yang terdiri dari Brazil, Rusia, India China dan Afrika Selatan dan berupaya menyaingi Uni Eropa yang terdiri dari beberapa negara berkembang.

"Mereka lebih baik makan rumput daripada menyerahkan program nuklirnya, bila mereka merasa tidak aman," kata Putin dalam konperensi persnya. Ucapan Putin menirukan mendiang PM Pakistan Zulfikar Ali Bhutto, saat melakukan percobaan nuklir tahun 1998.

Lebih lanjut, Putin menggambarkan retorika bom nuklir yang diperdebatkan AS dan Korut belakangan ini, sebagai "Histeria Militer saja," katanya. Menurut Putin, hal itu tidak bagus. "Bakal menyebabkan kesengsaraan global dan membinasakan jutaan umat manusia," katanya. Putin juga menyangsikan sanksi ekonomi yang dijatuhkan Barat akan berdampak besar bagi Korut.

Saat ditanya komentarnya mengenai kemungkinan Presiden Donald Trump bakal dimakzulkan, Putin hanya menjawab diplomatis. "Dia bukan pengantin saya lagi. Saya juga bukan pengantin pria untuknya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Putin mengkritik langkah AS yang menutup dua properti milik Rusia di AS oleh Presiden Obama Desember lalu. Gara-gara Rusia dituduh mencampuri pemilihan presiden AS 2016, AS menutup satu bangunan di Maryland dan satu lagi di New York. "Tindakan itu jelas-jelas melanggar hak-hak kepemilikan property. Rusia akan menuntut penutupan itu ke pengadilan, dan tuntutan itu telah disetujui Pemerintahan Kremlin," kata Putin.

 
x