Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 04:26 WIB

Empat Kontraktor Diminta Usulan Tembok Pembatas

Oleh : Didi Prambadi | Senin, 4 September 2017 | 12:29 WIB
Empat Kontraktor Diminta Usulan Tembok Pembatas
(Foto: David Maung/Bloomberg)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Empat kontraktor diberi kesempatan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk mengusulkan tembok pembatas yang akan dibangun di perbatasan AS dan Meksiko.

NBC News mengabarkan Jumat (1/9/2017), keempat kontraktor AS itu adalah Caddel Construction of Montgomery dari Alabama. Lalu Fisher Industries dari Tempe, Arizona. Juga ada Texas Sterling Construction Company dari Houston, Texas dan W.G. Yates & Sons Construction dari Philadelpia, Pennsylvania. "Ini merupakan inisiatif pertama bagi rencana besar kami," tutur Ronald Vitiello, pejabat sementara deputi komisioner dari Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS.

Prototipe atau bangunan contoh itu terdiri sebuah tembok beton sepanjang 10 meter dan tinggi 10 meter. Pembangunan tembok contoh itu dimulai beberapa pekan mendatang dan akan direvisi dalam jangka waktu 30 hingga 60 hari kemudian. Bila dinyatakan sebagai pemenang, maka perusahaan konstruksi tersebut akan mendapat kontrak pembangunan tembok pembatas bernilai US$400 hingga US$500 ribu.

Menurut denah yang dirancang AS, pembatas AS- Meksiko terdiri dari tiga bagian. Yakni, bagian pertama berupa dinding beton yang berdiri di kawasan AS. Lalu bagian kedua adalah dinding beton yang didirikan di kawasan Meksiko. Di antara kedua dinding itu membentang jalan selebar 50 meter yang akan digunakan para petugas melakukan patroli.

Petugas juga bisa memonitor situasi lewat peralatan pemantau elektronik. Sehingga siapapun yang hendak menyeberang ke AS harus melewati jalan pemisah 50 meter itu. "Uji coba dilakukan untuk menguji seberapa besar kemampuan dinding itu mencegah imigran gelap," kata Vitiello.

Gedung Putih dan Parlemen AS masih bersitegang tentang besarnya biaya pembangunan dinding pemisah yang totalnya berkisar antara US$8 miliar hingga US$12 miliar. Namun prakiraan Departemen Dalam Negeri AS, jumlahnya bisa setinggi US$21 miliar.

Komentar

 
Embed Widget

x