Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 04:28 WIB

Putri Jepang Akan Nikahi Warga Biasa

Oleh : - | Senin, 4 September 2017 | 04:55 WIB
Putri Jepang Akan Nikahi Warga Biasa
Putri Mako dan calon suaminya, Kei Komuro - (Asahi Shinbum)
facebook twitter

INILAHCOM, Tokyo - Putri Mako, cucu perempuan tertua Kaisar Jepang Akihito, akan menikahi bekas teman sekolahnya, menurut Rumah Tangga Kekaisaran pada Minggu (3/9/2017), mengonfirmasi pernikahan yang akan makin mengurangi jumlah anggota keluarga kerajaan karena selanjutnya dia akan menjadi warga biasa.

Pengumuman mengenai pernikahan Putri Mako itu disiarkan oleh lembaga penyiaran publik Jepang NHK.

Putri Mako dan calon suaminya, Kei Komuro, merupakan lulusan dari International Christian University di Tokyo.

Sang Putri memiliki gelar master dari University of Leicester, Inggris, dan bekerja sebagai peneliti di satu museum.

Sedangkan Komuro pernah menjadi 'Prince of the Sea"' untuk mempromosikan pariwisata di dekat Tokyo, menurut warta media setempat.

Putri Mako adalah satu dari hanya empat cucu dalam keluarga kerajaan. Tiga cucu lainnya meliputi adik perempuannya Kako, saudara lelakinya Hisahito, dan putri Putra Mahkota Naruhito, Aiko.

Penyusutan keluarga kerajaan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa sang pangeran juga akan menjadi yang terakhir.

Hisahito yang berusia sepuluh tahun adalah satu dari empat pewaris takhta di belakang dua putra setengah baya Akihito, yang istri-istrinya berusia awal 50 tahun, dan saudara oktogenarian Akihito, Masahito.

Pertunangan Putri Mako dengan Komuro, yang kini bekerja di sebuah kantor hukum di Tokyo, berlangsung setelah parlemen Jepang menyetujui rancangan undang-undang untuk mengizinkan Kaisar Akihito lengser, penurunan dari takhta pertama dalam monarki Jepang sejak 1817.

Setahun lalu, Kaisar Akihito berbicara dalam acara publik bahwa dia khawatir usia akan menyulitkan dia dalam menjalankan tugas-tugas. Pria 83 tahun itu telah menjalani operasi jantung dan perawatan kanker prostat.

Namun legislasi, yang hanya berlaku untuk Akihito dan bukan kaisar-kaisar masa depan, tidak memiliki referensi mengenai tema kontroversial apakah akan merevisi hukum suksesi khusus pria atau mengizinkan seluruh perempuan tinggal di keluarga kerajaan setelah pernikahan.

Kalangan konservatif khawatir tindakan itu akan menjadi langkah pertama untuk membiarkan perempuan mewarisi takhta, demikian menurut laporan Reuters.

Komentar

 
Embed Widget

x