Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:44 WIB

Aparat India Siaga Jelang Vonis Guru Spiritual

Oleh : - | Senin, 28 Agustus 2017 | 11:55 WIB
Aparat India Siaga Jelang Vonis Guru Spiritual
(EPA)
facebook twitter

INILAHCOM, Rohtak - Aparat keamanan di negara bagian Haryana dan Punjab, India, berada dalam keadaan siaga menjelang putusan pengadilan atas seorang guru yang kontroversial dalam dakwaan pemerkosaan.

Para pengikut Gurmeet Ram Rahim Singh mengamuk dalam unjuk rasa yang berubah menjadi kerusuhan pada Jumat pekan lalu (25/8/2017) --menyusul persidangan sang guru sekte Dera Sacha Sauda-- yang mengakibatkan sedikitnya 30 orang tewas dalam rangkaian aksi kekerasan itu.

Baca juga: Unjuk Rasa di India Rusuh, 30 Orang Tewas

BBC melaporkan, sekolah-sekolah di Kota Rohtak sudah diperintahkan tutup pada Senin (28/8/2017) dan warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah.

Pengadilan khusus sudah disiapkan di dalam penjara di Rohtak, yang akan menjatuhkan hukuman sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Para wartawan dilarang mendekati penjara tempat pria berusia 50 tahun itu ditahan hingga radius 1,5 km dan penjara dilaporkan sudah dibuat menjadi seperti benteng dengan penjagaan ketat.

Semua jalanan menuju ke penjara juga ditutup sementara layanan internet untuk telepon selular tetap dihentikan.

Dalam pidato radio bulanan, Minggu (27/8/2017), Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa 'hal yang alami' untuk khawatir setelah aksi kekerasan selama beberapa hari belakangan yang mencapai Ibu Kota New Delhi.

"Kekerasan tidak bisa diterima di bangsa ini, dalam semua bentuk. Mereka yang memegang hukum di tangannya atau yang melakukan kekerasan tidak akan dibiarkan, siapapun mereka," tegas PM Modi.

Guru Gurmeet Ram Rahim Singh, yang mengaku memiliki jutaan pengikut, menghadapi ancaman hukuman penjara minimal tujuh tahun dan maksimal seumur hidup.

Jumat pekan lalu (25/8/2017), pengadilan menyatakan dia bersalah karena telah memperkosa dua pengikut perempuannya pada 2002, tuduhan yang sejak awal dibantah Singh.

Para pengikut setia Singh berpendapat bahwa vonis atasnya adalah sebuah konspirasi untuk menyudutkan sang guru.

Ada kekhawatiran penjatuhan hukuman atasnya akan memicu unjuk rasa baru yang bisa jadi juga diwarnai kekerasan.

Komentar

 
x