Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 21:33 WIB

Kasus Perkosaan Guru Spiritual

Unjuk Rasa di India Rusuh, 30 Orang Tewas

Oleh : - | Senin, 28 Agustus 2017 | 11:34 WIB
Unjuk Rasa di India Rusuh, 30 Orang Tewas
(indianexpress.com)
facebook twitter

INILAHCOM, Chandigarh - Sedikitnya 30 orang tewas dalam unjuk rasa yang berakhir rusuh menyusul persidangan terhadap salah seorang pemimpin spiritual paling populer di India, Gurmeet Ram Rahim Singh.

Mengutip BBC, para korban tewas diyakini sebagai pengikut setia Gurmeet Ram Rahim Singh, yang diputus bersalah dalam kasus dugaan perkosaan.

Meyakini pemimpinnya tidak bersalah, para pengikutnya menggelar unjuk rasa menolak persidangan tersebut.

Polisi telah menangkap sekitar 2.500 pengikut Singh, setelah mereka melakukan pengrusakan dalam skala besar, termasuk membakar dua stasiun kereta, serta merusak mobil-mobil.

Pada Jumat (25/8/2017), lebih dari 200 ribu orang pengikut Singh berbondong-bondong mendatangi Chandigarh, ibu kota negara bagian Haryana dan Punjab, menjelang sidang tersebut.

Singh, yang mengklaim memiliki jutaan orang pengikut, dinyatakan bersalah memperkosa dua orang perempuan di markas sekte tersebut, yang dikenal dengan sebutan Dera Sacha Sauda, pada 2002 silam.

Ribuan personil tentara, polisi dan pasukan paramiliter dikerahkan untuk membubarkan unjuk rasa. Mereka menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah kerumunan massa, demikian lapor wartawan BBC.

Meski demikian, kepala polisi wilayah tersebut, BS Sandhu mengatakan aksi kekerasan itu sudah dapat dikendalikan.

Sebelumnya, jam malam telah diberlakukan di beberapa wilayah di Kota Chandigarh dan di seluruh negara bagian Punjab.

Aksi kekerasan dilaporkan sempat menyebar ke Ibu Kota New Delhi, di mana dua gerbong kereta api dibakar, menurut sejumlah laporan.

Singh, yang berusia 50 tahun, kini berada dalam tahanan di bawah pengawasan militer India.

Vonis resmi persidangan atas Singh direncanakan akan dibacakan pada Senin ini (28/8/2017).

Menteri Kepala Punjab, Amarinder Singh, mengkritik mitranya di negara bagian Haryana karena membiarkan begitu banyak pengikut Singh untuk bertolak ke Chandigarh, ibu kota dua negara bagian itu.

 
x