Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 21:31 WIB

Kuba Kecam Sanksi AS Terhadap Venezuela

Oleh : - | Senin, 28 Agustus 2017 | 11:00 WIB
Kuba Kecam Sanksi AS Terhadap Venezuela
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Havana - Kuba menentang sanksi-sanksi ekonomi dan keuangan baru terhadap Venezuela, yang dijatuhkan Presiden AS Donald Trump, pada saat ketegangan antara Caracas dan Washington terus berlangsung.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri Kuba Abelardo Moreno mengatakan bahwa Havana mengecam langkah-langkah baru yang 'sepihak dan sewenang-wenang' itu terhadap Venezuela.

"Kuba menentang sanksi-sanksi yang tidak adil dan ilegal yang melanggar hukum internasional ini terhadap Venezuela dan pemerintah pimpinan Presiden Nicolas Maduro," demikian bunyi pernyataan Moreno.

Pernyataan, yang dimuat di laman kementerian luar negeri, itu menambahkan bahwa 'adalah sebuah keharusan' untuk membela deklarasi Amerika Latin dan Karibia sebagai zona perdamaian, yang ditandatangani seluruh kepala negara di kawasan itu pada 2014.

"Kawasan kita tidak boleh melupakan sejarahnya sendiri, kita harus membela prinsip-prinsip dan komitten deklarasi tersebut," tambah pernyataan itu.

Venezuela merupakan sekutu politik utama Kuba di kawasan dan mitra dagang kedua terbesar bagi Kuba. Havana mendapat sekitar 100.000 barel minyak setiap harinya dari negara itu, sebagai pertukaran dengan dokter-dokter dan penasihat medis.

Sanksi-sanksi baru yang ditandatangani oleh Trump pada Jumat pekan lalu itu akan melarang warga AS untuk berurusan dengan utang dan saham baru yang dikeluarkan pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara tersebut.

Serangkaian sanksi bidang keuangan itu tidak menyebut-nyebut soal pemutusan impor minyak AS dari Venezuela, yang bisa berdampak penting bagi perekonomian Karakas maupun para pengilang minyak AS.

Rangkaian sanksi itu merupakan putaran terbaru hukuman yang dikenakan oleh pemerintahan Trump terhadap Venezuela setelah Caracas menyelenggarakan pemilihan untuk menentukan anggota Majelis Konstituen Nasional pada akhir Juli.

Washington pada 31 Juli lalu memasukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ke dalam daftar hitam, satu hari setelah pemilihan umum berlangsung.

 
x