Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 21:44 WIB

China Tuntut AS Cabut Sanksi ke Korea Utara

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 24 Agustus 2017 | 12:14 WIB
China Tuntut AS Cabut Sanksi ke Korea Utara
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Pemerintah China menuntut AS agar membatalkan sanksi ekonomi yang dijatuhkan 10 perusahaan China dan 6 warga China dan Rusia, yang melakukan perdagangan dengan Korea Utara.

The Washington Post mengabarkan Rabu (23/8/2017), China menentang sanksi ekonomi yang dijatuhkan di luar resolusi Dewan Keamanan PBB. "China menentang negara yang melakukan langkah juridiksi terhadap perusahaan dan warga China," kata Hu Chunjing dalam konperensi rutin di depan wartawan.

"Langkah keliru yang dilakukan AS tidak akan membantu menyelesaikan kerjasama dan kepercayaan. Karena itu kami minta agar AS menghentikan tindakan tersebut," sambung Hu Chunjing.

Di antara ke-10 perusahaan China yang terkena sanksi ekonomi adalah Dandong Zhicheng Metallic Material. Perusahaan importir batu bara terbesar dari Korut itu dijatuhi ganti rugi sebesar $ 4 juta karena dituduh menjual sejumlah telepon genggam, barang-barang mewah, karet dan gula ke Korut. Laporan kelompok riset C4ADS dari AS mengungkapkan, Dandong Zhicheng adalah salah satu dari sejumlah perusahaan China yang masih melakukan perdagangan dengan Korut walaupun dikenai sanksi.

Dua perusahaan China lainnya adalah Dandong Tinfu Trade dan Jinhou International Holdings, karena melakukan transaksi perdagangan batu bara dengan Korut. Ketiga perusahaan itu mengimpor batu bara dari Korut bernilai US$500 juta antara 2013 hingga 2016.

China mengimpor 90% perdagangan dengan Korut. Namun bulan ini, Pemerintah Beijing menghentikan impor biji besi, besi, timah dan batubara serta makanan laut dari Korut setelah Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara.

Impor China dari Korut merosot 13% hingga sekitar US$880 juta selama enam bulan belakangan ini. Namun ekspor China ke Korut meningkat 29% menjadi US$1,67 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini. Perdagangan kedua negara pun naik 10 persen.

Tags

 
x