Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 05:26 WIB

Mantan PM Libya Diculik di Tripoli 9 Hari

Oleh : Binar mp | Rabu, 23 Agustus 2017 | 12:41 WIB
Mantan PM Libya Diculik di Tripoli 9 Hari
Mantan perdana menteri Libya Ali Zeidan - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Tripoli - Mantan perdana menteri Libya Ali Zeidan telah diculik oleh kelompok bersenjata di Tripoli dan belum ada kabar lebih lanjut darinya dalam sembilan hari, ungkap anggota keluarga dan rekan-rekannya pada Selasa (22/8/2017).

Zeidan, yang menjadi perdana menteri pada November 2012, dipecat oleh parlemen Libya pada Maret 2014 di tengah tudingan telah menggelapkan dana publik.

Dia meninggalkan negara tersebut tak lama setelah itu, dan hal itu bertentangan dengan larangan perjalanan yang dikeluarkan oleh jaksa agung.

Zeidan kembali ke Libya pada Agustus awal untuk pertama kalinya sejak pemecatannya dan merencanakan konferensi pers di Tripoli untuk menanggapi para kritikusnya, menurut Karam Khaled, seorang teman yang mendampinginya.

Dia mengatakan kunjungan mantan perdana menteri itu telah dikoordinasikan dengan Fayez al-Sarraj, perdana menteri di Pemerintahan Kesepakatan Nasional negara itu yang didukung PBB.

"GNA yang menyiapkan kunjungan itu, termasuk protokol di bandara dan reservasi hotel," ujar Khaled.

Dia mengatakan upaya pertama kelompok bersenjata untuk menangkap Zeidan pada 12 Agustus digagalkan oleh penjaga hotel.

Dia mengatakan kelompok bersenjata itu berasal dari Brigade Revolusioner Tripoli (Tripoli Revolutionary Brigade/TRB) yang terkait dengan GNA, milisi bekas pemberontak dari pemberontakan pada 2011 yang didukung NATO dan menyebabkan penggulingan serta pembunuhan diktator Moamer Kadhafi.

"Kelompok bersenjata dari kelompok yang sama kembali pada hari berikutnya dan kami diharuskan untuk menyerahkan Zeidan kepada mereka," ujar Khaled.

"Sejak saat itu, kami tidak mendapat informasi tentang tempatnya ditahan atau tentang kondisinya," katanya, mengkritik "kebisuan" pemerintah kesatuan, demikian lansir AFP.

Tags

 
x