Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 21:42 WIB

Korsel dan AS Latihan Militer Hadapi Nuklir Korut

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 22 Agustus 2017 | 22:27 WIB
Korsel dan AS Latihan Militer Hadapi Nuklir Korut
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Seoul - Sebuah latihan militer bersama menggunakan simulasi komputer oleh pasukan AS dan Korea Selatan mulai digelar Senin (21/8/2017).

Kantor berita Reuters mengabarkan, latihan bersama yang berakhir 31 Agustus mendatang itu, melibatkan puluhan ribu tentara dan simulasi komputer yang dirancang menghadapi serangan nuklir Korea Utara. "Latihan ini dimaksudkan jika terjadi sesuatu yang besar dan kami perlu melindungi rakyat Republik Korea," ujar Michelle Thomas, jurubicara militer AS. Peralatan militer Angkatan Udara U-2 Dragon Lady, tampak ikut dilibatkan dalam latihan yang berlangsung di Basis Militer Osan, Pyeongaek, Korea Selatan.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Korsel Moon Jae-in, latihan gabungan yang diberi nama 'Ulchi Freedom Guardian' itu dimaksudkan untuk mempertahankan diri. "Tidak untuk menyulut ketegangan di jasirah Korea," kata Moon Jae-in. "Kami lakukan latihan ini setiap tahun," kata Moon dalam rapat kabinetnya. "Korea Utara jangan membesar-besarkan upaya kami untuk menciptakan perdamaian ini," lanjutnya.

Latihan militer bersama itu, tak urung tetap dikecam Korea Utara. "Ini jelas-jelas dimaksudkan menyulut perang nuklir di Jasirah Korea," bunyi kantor berita resmi Korut, KCNA. Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying menyatakan agar Korsel dan AS melakukan berbagai upaya untuk meredam ketegangan. "Korsel dan AS seharusnya membatalkan latihan bersama itu demi mengurangi ketegangan dan berupaya melakukan dialog kedua pihak," kata Hua Chunying.

Sebuah laporan rahasia PBB yang didapat Reuters mendapati Korea Utara melanggar sanksi ekonomi yang dijatuhkan PBB. Negara pimpinan Kim Jong-un itu menggunakan jalur tak langsung, untuk tetap melakukan perdagangan diam-diam yang nilainya mencapai $ 270 juta antara Oktober 2016 hingga Mei 2017 lalu. Dewan Keamanan PBB menerapkan sanksi ekonomi lagi 5 Agustus lalu, dengan memangkas ekspor Korut hingga $ 3 miliar. Sanksi ekonomi terakhir itu dijatuhkan setelah Korut melakukan dua kali percobaan nuklirnya Juli lalu.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x