Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 05:52 WIB

Pameran Dagang Internasional Digelar di Damaskus

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:54 WIB
Pameran Dagang Internasional Digelar di Damaskus
Pameran Internasional Damaskus - (Foto: sana.sy)
facebook twitter

INILAHCOM, Damaskus - Sebuah pameran perdagangan internasional berjudul 'Pameran Internasional Damaskus digelar di Damaskus, Ibukota Suriah.

Harian Almasdarnews melaporkan, Jumat (18/8/2017), pameran yang menjadi ajang kegiatan ekonomi di Timur Tengah itu, diikuti oleh 23 negara. Termasuk di antaranya dari Inggris, Jerman dan Prancis. Dalam pameran selama 10 hari itu, sejumlah negara memamerkan produk-produknya mulai dari tekstil hingga industri pertanian.

Pameran Internasional Damaskus merupakan ajang pameran tertua di Timur Tengah yang diselenggarakan sejak 1954. Acara tersebut sekaligus dianggap sebagai tanda berakhirnya perang 6 tahun di Suriah. "Pameran Internasional Damascus yang digelar pertama kalinya ini, membuktikan bahwa perang telah berakhir," kata Bouthania Shaaban, penasehat utama Presiden Suriah Bashar al-Assad. "Dan kami bisa memulai lagi langkah menuju rekonstruksi," sambung Bouthania Shaaban.

Berakhirnya perang 6 tahun itu, menurut Shaaban, karena sejumlah negara asing telah menghentikan dukungannya kepada kelompok anti Pemerintah Suriah. "Pemerintah Damaskus akan tetap menumpas kelompok-kelompok yang tidak memiliki legitimasi di Suriah, apakah itu Turki maupun AS," sambungnya.

Seperti diketahui, Presiden Trump telah menghentikan dukungan CIA terhadap kelompok gerilyawan anti-Assad. Turki, salah satu pendukung pemberontak, juga telah mengalihkan prioritasnya dari semula hendak menggulingkan Pemerintahan Assad, kini menjadi sekutu Rusia dan menghabisi kaum Kurdi di perbatasan.

Sementara itu, dengan bantuan Rusia dan milisi Iran, Pemerintah Damaskus berhasil menguasai kawasan Barat yang dikuasai kelompok pemberontak. Pasukan Suriah kini menuju ke kawasan Deir al-Zor dekat perbatasan Irak.

Dalam wawancaranya dengan TV al-Mayadeen, Shaaban menjelaskan, peperangan yang telah membunuh ratusan ribu manusia, kini berada di tahap kedua. "Setelah kami mengalahkan kelompok teroris, kami berperang melawan kelompok terlarang," katanya. "Partisipasi yang luas dari sejumlah negara dalam pameran ini, membuktikan titik balik dalam konflik di Suriah," ujar Bouthania Shaaban.

Komentar

 
Embed Widget

x