Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 05:24 WIB

Kenya Bikin Bahan Bakar dari Kotoran Manusia

Oleh : Binar MP | Jumat, 18 Agustus 2017 | 11:15 WIB
Kenya Bikin Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
(Foto: Recep Canik/Anadolu Agency/Getty Images)
facebook twitter

INILAHCOM, Nairobi - Sebuah perusahaan baru di Kenya berhasil mengubah kotoran manusia menjadi bahan bakar yang sangat bermanfaat.

Perusahaan itu mengolah kotoran manusia, kemudian dibakar dan hasilnya dicampur dengan serbuk gergaji dan gula tetes.

"Proses pembuatannya disebut karbonisasi, yaitu menambahkan konten karbon pada kotoran manusia itu. Kami menggunakan sebuah drum, yang diisi dengan kotoran yang dicampur air," kata John Iringu dari perusahaan penjernihan dan sanitasi air.

"Drum itu punya lubang-lubang kecil di bagian bawahnya, sehingga oksigen bisa masuk dalam jumlah terbatas dan ini akan membantu proses pembakaran kotoran tadi. Tapi tidak membuat kotoran itu menjadi debu sama sekali,"kata Iringu.

Kotoran manusia itu diubah menjadi bahan bakar, yang bukan hanya lebih murah, tapi juga lebih bersih dari batubara dan ramah lingkungan.

"Dengan cara ini kita bisa menghilangkan gas-gas yang berbahaya, dan sekaligus menghilangkan bau kotoran manusia itu. Bahan bakar baru ini aman untuk dipegang sambil kita melakukan proses berikutnya, yaitu menggiling dan mencetaknya menjadi briket yang berbentuk bundar," ujar Iringu.

Briket itu bisa terbakar lebih baik, dan lebih bersih dari batubara atau arang. Satu-satunya hambatan adalah meyakinkan orang supaya mau menggunakannya.

Tugas itu tidak mudah, tapi perusahaan berteknologi rendah itu punya cita-cita tinggi dan kini mereka sedang meningkatkan produksinya.

"Kami menargetkan hasil karbonisasi itu sebanyak 10 ton per hari, yang kemudian di cetak menjadi briket. 1 kg briket dijual dengan harga 50 sen, lebih murah dari arang, dan kini proyek itu mendapat dukungan dunia internasional. Kalau kita mau jujur, industri bahan bakar ini tidak akan pernah kekurangan bahan baku," kata para pakar.

Tags

 
x