Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 06:10 WIB

Tiga Warga Inggris Dirotan di Singapura

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 16 Agustus 2017 | 11:21 WIB
Tiga Warga Inggris Dirotan di Singapura
Khong Tam Thanh, Vu Thai Son dan Michael Le. - (Foto: The New Paper)
facebook twitter

INILAHCOM, Singapura - Tiga warga negara Inggris dijatuhi hukuman penjara dan dirotan oleh Pemerintah Singapura, karena terbukti memperkosa seorang gadis.

Koran The Straits Times mengabarkan Selasa (15/8/2017), ketiga warga Inggris itu adalah: Khong Tam Thanh, 22, Michael Le, 24 dan Vu Thai Son, 24. Mereka dijatuhi hukuman penjara antara 5,5 tahun hingga 6,5 tahun penjara. Dan divonis tambahan hukuman berupa lima hingga delapan kali dipukul rotan sepanjang 1,2 meter. "Mereka memanfaatkan kondisi korban yang saat itu sedang tidur dan dalam kondisi lemah,'' kata Hakim Hoo Sheau Peng.

Peristiwa itu terjadi pada September tahun lalu, saat ketiganya hadir di Singapura untuk menghadiri pesta perkawinan salah satu keluarga mereka. Sehari sebelum pernikahan, mereka dan teman-teman lainnya nongkrong di sebuah kelab malam. Salah satu di antara mereka berkenalan dengan gadis 23 tahun dan berhasil mengajaknya ke Hotel Carlton. Kedua pasangan itu pun tidur bersama dalam hotel, karena saling suka.

Entah kenapa, ketiga terdakwa ingin ikut merasakan tidur dengan gadis yang baru dikenalnya itu. Tanpa persetujuan korban, ketiganya menggilir gadis yang akhirnya melaporkan kejadian itu ke kantor polisi, sehingga mereka pun ditahan. Ketiganya mengaku bersalah dengan imbalan hukumannya diperingan.

Saat menjalani hukuman, para terdakwa diikat di atas balok kayu dengan kondisi pantatnya dibuka. Mereka dipukul dengan rotan sepanjang 1,2 meter. "Rasanya sangat perih dan sakit bukan main," tulis kantor berita AFP. Sebuah tim medis mengawasi hukuman yang seringkali menyebabkan kulit melepuh.

Menurut laporan HAM AS, sepanjang tahun lalu, Singapura telah menjatuhkan hukuman rotan sebanyak 1.000 kali. Sepertiga di antaranya dijatuhkan kepada warga asing. Kelompok pembela HAM juga mengecam Singapura yang tidak memberi toleransi sedikit pun bagi pelaku kriminal. Seperti, vandalisme, melanggar visa kunjungan, perampokan, penggunaan narkoba dan pelecehan seksual.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x