Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 03:38 WIB

Istana Malacanang Kampanye Kerahkan Ribuan Medsos

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 11 Agustus 2017 | 13:15 WIB
Istana Malacanang Kampanye Kerahkan Ribuan Medsos
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Manila - Istana Malacanang Filipina, membuka pendaftaran bagi 5 ribu pemilik akun media sosial Filipina, untuk meliput kegiatan Presiden Roberto Duterte.

Harian Filipina The Inquirer mengabarkan Kamis (10/8/2017), pendaftaran itu dibuka oleh Menteri Urusan Komunikasi Kepresidenan Martin Andanar. Tujuan pendaftaran ini akan memberikan akreditasi bagi para partisipan media sosial yang hendak meliput kegiatan presiden.

"Agar informasi antar warga Filipina bisa disampaikan melalui platform media sosial," kata Andanar. Sosial media dari berbagai pandangan politik bisa diterima, tambahnya. "Tidak ada diskriminasi dan pandangan hanya satu partai bukan lagi jadi hambatan," kata Andanar.

Menurutnya, Kantor Media Sosial Kepresidenan atau SMO, akan diketuai asisten Menteri Komunikasi Mocha Uson. "Para peminat tidak dibayar dan bersifat sukarela," katanya. SMO yang dibentuk 14 Juli lalu, dimaksudkan sebagai "Penyebaran informasi lewat media sosial dan melibatkan publik secara aktif, dan bersifat partisipatif," katanya.

Para pendaftar akan dievaluasi selama tiga hari dan akan diuji-coba selama enam bulan. Akreditasi bagi para peliput kegiatan presiden itu juga diwajibkan menjalani screening pengawal kepresidenan. "Siapapun yang ketahuan melanggar, atau memberikannya kepada orang lain, akan dibatalkan keanggotaannya dan dilarang meliput kegiatan presiden," tutur Andanar.

Secara keseluruhan, SMO akan berperan mengkoordinasi pesan-pesan yang akan disampaikan lewat media sosial. "Agar memberi informasi bagi warga Filipina dan lebih fokus mempromosikan pesan-pesan kepresidenan. SMO juga akan bekerjasama dengan sejumlah departemen dan badan pemerintah kepresidenan. Juga menganalisa kegiatan kampanye media dengan sistem pelacakan, untuk mengetahui data pengunjung media sosial dan meningkatkan kemampuan media sosial," kata Andanar.

 
x