Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 03:40 WIB

Pentagon Rancang Serangan ke Fasilitas Rudal Korut

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 10 Agustus 2017 | 13:26 WIB
Pentagon Rancang Serangan ke Fasilitas Rudal Korut
(Foto: theaustralian)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Departemen Pertahanan AS, Pentagon telah menyusun rencana untuk melakukan serangan ke pusat-pusat misil dan instalasi rudal Korea Utara, bila Presiden Trump mengeluarkan perintah penyerangan.

NBC News mengabarkan Rabu (9/8/2017), dua senior pejabat militer AS menjelaskan, rencana serangan itu akan melibatkan pesawat pengebom B-1B yang diterbangkan dari Basis Militer AU di Guam. Dua pesawat pengebom jenis tersebut, telah melakukan latihan sebanyak 11 kali sejak akhir Mei lalu, dan latihan terakhir dilakukan Senin lalu.

Dalam latihan itu, pesawat pengebom non-nuklir tersebut dibantu oleh sejumlah satelit dan drone, dan dikawal sejumlah pesawat jet tempur, pesawat pengacak komunikasi, dan pesawat pengisi bahan bakar di udara. Enam buah pengebom B-1B 'Lancer' kini ditempatkan di Guam. Sebuah sumber militer AS menjelaskan, penggunaan B-1B telah digunakan di Afghanistan dan Iran sejak 16 tahun lalu. "Malah kini dimodernisasi dan kapasitasnya digandakan," bunyi pernyataan resmi Angkatan Udara AS.

Sasarannya adalah 20-an basis militer tempat peluncuran rudal, tempat latihan dan fasilitas pendukung lain di Korut. Sumber NBC News mengungkapkan, mereka yakin telah mengidentifikasi sasaran secara akurat. Menurut sumber itu, dengan mengamati kegiatan, juga berbagai uji coba peluru kendali yang dilakukan Korut sejak Januari, "Membantu kami untuk lebih akurat dan mengetahui jaringan fasilitas peluru kendali mereka," ujar sumber itu.

Sebuah pernyataan resmi Menteri Pertahanan AS James Mattis dikeluarkan Pentagon, Rabu (9/8/2017). Isinya, antara lain menyatakan kesiapan militer AS untuk melakukan serangan dan kemampuan bertahan dari serangan rudal Korut.

"Sementara Departemen Pertahanan melakukan upaya penyelesaian ancaman global melalui diplomasi, perlu diingat bahwa serangan militer yang didukung Sekutu, dilakukan paling akurat di dunia. Latihan pertahanan dan kemampuan serangannya paling canggih di muka bumi," kata James Mattis. Tinggal menunggu perintah Presiden Trump dari Gedung Putih.

 
x