Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 21:40 WIB

Basis ISIS Filipina akan Dihajar Serangan Udara AS

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 8 Agustus 2017 | 13:02 WIB
Basis ISIS Filipina akan Dihajar Serangan Udara AS
(Foto: nbcnews)
facebook twitter

INILAHCOM, Manila - Departemen Pertahanan AS, Pentagon diperkirakan akan melakukan operasi serangan udara ke basis-basis ISIS di Filipina menggunakan pesawat Drone.

NBC News mengabarkan, hal itu diungkap dua pejabat tinggi Pentagon. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang akan diumumkan namanya Selasa (8/8/2017). Bila operasi militer ini disetujui, maka jajaran militer AS akan melakukan serangan udara terhadap basis-basis ISIS di Filipina, yang dinilai mengancam keamanan Asia Tenggara.

Juru Bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis mengungapkan, militer AS telah berbagi informasi intelijen dengan Filipina sejak bertahun-tahun. "Secara konsisten, kami masih melakukan operasi militer anti-teror di Filipina sejak 15 tahun," kata Kapten Jeff Davis. Sebuah satuan bernama Operasi Kerjasama Satuan Khusus Trident, yang terdiri sejumlah kecil tentara AS, juga telah dipersiapkan di darat untuk mendukung serangan drone tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengungkapkan AS telah memberi kemampuan intelijen bagi Pemerintah Filipina, untuk menumpas ISIS. "Baru-baru ini kami mengirim dua pesawat Cessna dan dua pesawat Drone untuk mengumpulkan informasi pendahuluan, sebelum serangan dilakukan," kata Rex Tillerson di Manila, Senin (7/8/2017). "Kami juga memberikan pelatihan dan panduan menghadapi musuh yang tidak pernah dialami Filipina," katanya melanjutkan.

Bulan lalu, Wakil Kepala Staf Gabungan AS mendukung ide penggunaan nama operasi militer di Filipina itu. "Di setiap kasus, kami melihat munculnya jaringan teror," kata Jenderal Paul Selva di depan komisi angkatan bersenjata Senat AS. "Menurut saya, operasi militer itu perlu diberi nama. Tidak hanya untuk memberi dana, tetapi juga memberi otoritas penuh bagi Komando kawasan Pasifik AS dan para komandan Filipina untuk melancarkan serangan," kata Jenderal Paul Selva.

Tags

 
x