Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 01:57 WIB

Jerman dan Vietnam Tegang Akibat Kasus Penculikan

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 3 Agustus 2017 | 13:58 WIB
Jerman dan Vietnam Tegang Akibat Kasus Penculikan
(Foto: AFP)
facebook twitter

INILAHCOM, Berlin - Hubungan Jerman dan Vietnam tiba-tiba memburuk, menyusul lenyapnya Trinh Xuan Tanh, pengusaha Vietnam yang diculik oleh anggota intelijen Vietnam.

Deutsche Welle mengabarkan Rabu (2/8/2017), pengacara korban mengungkapkan, penculikan kliennya terjadi pukul 10.40 pagi waktu setempat, saat Trinh Xuan Tanh berjalan kaki di sebuah jalan dekat Taman Tiergaten, Berlin pada 23 Juli lalu. Pemerintah Berlin mengungkapkan, penculikan itu dilakukan oleh anggota intelijen Vietnam. Namun kasus penculikan itu dibantah Pemerintah Vietnam. Menurut Hanoi, pengusaha Vietnam itu menyerahkan diri secara sukarela untuk diadili dalam kasus korupsi.

Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan protes keras terjadinya kasus ini. "Sekarang mereka tak bisa membantah lagi bahwa anggota intelijen Vietnam terlibat dalam kasus ini," ujar sebuah bunyi pernyataan resmi. Menteri Luar Negeri Jerman Markus Ederer memanggil Dubes Republik Sosialis Vietnam untuk dimintai keterangan, Rabu (2/8/2017).

"Penculikan Trinh Xuan Thanh di kawasan teritorial Jerman menyalahi hukum Jerman dan internasional," kata Menlu Marus Ederer. Seorang anggota intelijen Vietnam dipersona non-grata dan diberi waktu 48 jam untuk meninggalkan Jerman.

Trinh Xuan Thanh, 51, pernah menjadi anggota fungsionaris Partai Komunis Vietnam sebelum dipecat karena kasus korupsi tahun 2016 lalu. Selain menjabat sebagai salah satu direktur di Petro Vietnam Construction Joint Stock Corporation, PVC, Tinh Xuan Thanh juga menjabat sejumlah posisi di perusahaan negara dan menjadi anggota parlemen. Pada awal 1990-an, Trinh Xuan pindah ke Jerman dan mengajukan suaka politik, namun akhirnya kembali ke Vietnam untuk memulai karirnya di jenjang pemerintahan.

Pekan lalu, media Massa Vietnam mengabarkan, Trinh Xuan Thanh dituduh menjual saham perusahaan negara dengan harga rendah, dan mengantongi sejumlah besar hasil penjualannya. Sepuluh pegawai PVC telah diperiksa dan dieksekusi.

Dalam wawancaranya dengan sebuah blog Vietnam di Jerman, Trinh Xuan Thanh mengaku, sebagai anggota Partai Komunis Vietnam, dirinya dianggap berbahaya bagi pemimpin PVC, Nguyen Phu Trong dan Presiden Vietnam. Trinh Xuan Thanh mengancam membongkar perebutan kekuasaan di tubuh PVC lewat blognya.

Komentar

 
x