Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 05:22 WIB

Walikota dan Istrinya, Korban Penggrebekan Narkoba

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 2 Agustus 2017 | 12:56 WIB
Walikota dan Istrinya, Korban Penggrebekan Narkoba
(Foto: nydailynews)
facebook twitter

INILAHCOM, Manila - Lima belas orang tewas, satu di antaranya wali kota, dalam aksi penggrebekan narkoba yang tetap dilancarkan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

The New York Times mengabarkan Selasa (1/8/2017) Reynaldo Parojinog, Wali Kota Ozamiz, Selatan Filipina bersama istri dan lima orang lainnya tewas dalam penggrebekan Ahad pagi. Para pengawal Parojinog melepaskan tembakan saat petugas pembasmi narkoba menggeledah kediaman walikota itu.

Tujuh orang lainnya juga dikabarkan telah dalam aksi baku tembak itu. Penggrebekan di rumah Parojinog yang digelar pagi subuh itu, juga menewaskan 8 korban. Beberapa orang lainnya ditangkap, termasuk Nova Princess Parojinog-Echavez putri Parojinog yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Ozamiz.

Parojinog dan putrinya merupakan dua dari 150 warga Filipina yang dituduh terlibat perdagangan narkoba. Mereka terdiri dari berbagai pejabat tinggi, sejumlah wali kota dan petugas kepolisian yang nama-namanya diumumkan lewat televisi. Kepada wartawan, keluarga Parojinog mengungkapkan bahwa mereka menjadi korban politik, karena banyak kelompok yang menentang Parojinog menjadikan narkoba sebagai alasan untuk menggulingkannya. "Padahal kami juga termasuk jajaran pejabat pemerintah yang membasmi narkoba," tutur salah satu keluarga Parojinog.

Operasi pembersihan narkoba itu, tak urung dikecam banyak pihak. Termasuk Senator Antonio Trillanes. Anggota legislatif Filipina yang ikut aktif di Pengadilan Kriminal Internasional di The Hague itu, menyebut pemberantasan narkoba yang menewaskan ribuan orang itu, "Merupakan bukti kebijaksanaan Duterte yang melanggar HAM," katanya. "Semakin lama Duterte dan Jenderal Polisi Ronaldo dela Rose berkuasa, semakin banyak yang mati menjadi korban perang melawan narkoba," kata Antonio Trillanes.

 
x