Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 06:10 WIB

Setelah Dua Pekan

Muslim Palestina Kembali Masuki Masjid Al-Aqsha

Oleh : - | Jumat, 28 Juli 2017 | 11:54 WIB
Muslim Palestina Kembali Masuki Masjid Al-Aqsha
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Yerusalem - Warga Palestina akhirnya bisa kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir pada Kamis (27/7/2017), setelah Israel mencabut kebijakan keamanan kontroversial yang memicu kerusuhan.

Kantor berita AFP melaporkan, ribuan orang mengalir memasuki Haram al-Syarif, yang disebut Temple Mount oleh orang Yahudi, untuk menunaikan ibadah Salat Ashar di kompleks yang mencakup Masjid Al-Aqsha dan Masjid Kubah Batu itu.

Beberapa di antara jamaah menangis saat memasuki kompleks itu, sementara yang lain berteriak 'Allahu Akbar'.

Konfrontasi sempat mengancam rencana mengakhiri aksi pemboikotan itu karena petugas keamanan Israel tetap menutup salah satu gerbang menuju tempat suci tersebut.

Gerbang tersebut merupakan tempat dua polisi Israel pada 14 Juli tewas dalam penyerangan yang memicu pengetatan keamanan dan pemasangan pintu berpendeteksi logam menuju kompleks Al-Aqsha.

Polisi kemudian membuka gerbang dan warga Palestina melanjutkan rencana untuk mengakhiri pemboikotan.

Ketegangan masih ada antara Israel dan jamaah Muslim di tempat suci itu terlepas dari pembongkaran pintu berpendeteksi logam pada Rabu lalu.

Pagar dan perancah tempat kamera sebelumnya dipasang juga sudah bersih pada Kamis, setelah polisi menyatakan semua kebijakan baru sekarang sudah dicabut.

Warga Palestina memandang penerapan kebijakan itu sebagai upaya Israel untuk meningkatkan kendali atas kompleks tersebut.

Setelah Israel mencabut kebijakan keamanan barunya di kompleks Al-Aqsha, otoritas Muslim menyeru para jamaah kembali.

Sebelumnya, Israel berdalih bahwa pemasangan pendeteksi logam diperlukan karena pelaku serangan 14 Juli menyelundupkan senapan ke kompleks itu dan muncul untuk menyerang aparatnya.

Kerusuhan yang merenggut nyawa meletus dalam beberapa hari setelah penerapan kebijakan keamanan baru itu, menyebabkan lima warga Palestina tewas.

Komentar

 
Embed Widget

x