Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 05:42 WIB

Rusia Dituding Persenjatai Gerilyawan Taliban

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 26 Juli 2017 | 12:32 WIB
Rusia Dituding Persenjatai Gerilyawan Taliban
(Foto: The Independent)
facebook twitter

INILAHCOM, Kabul - Menurut rekaman video yang diperoleh CNN, gerilyawan Taliban menerima sejumlah persenjataan modern yang telah dimodifikasi dari Rusia.

CNN mengabarkan Selasa (25/7/2017), dua video itu menunjukkan sejumlah senapan penembak jitu, senjata Kalashnikov dan senjata berat lain tampak dikupas identitasnya, agar tidak terlacak. Dua kelompok Taliban, masing-masing di Utara dan Barat Afghanistan mengaku persenjataan berat itu hasil sitaan yang aslinya dari sumber-sumber Rusia.

Salah satu kelompok Taliban mengaku mereka merampas persenjataan itu dekat Herat dari kelompok saingannya. Sementara kelompok Taliban lain mengatakan mereka mendapatkan gratis dari Rusia di perbatasan Tajikistan.

Menurut JuruBicara Pemerintah Afghanistan, Sediq Sediqi, pemerintah Moskow masih melakukan kontak dengan kelompok Taliban. "Kami punya banyak sumber yang melaporkan mereka memang mempersenjatai kelompok Taliban," kata Sediq Sediqi. "Mana mungkin ada asap jika tidak ada api," sambungnya. Bahkan salah seorang pejabat Afghanistan merasa yakin, terjadi perdagangan senjata antara gerilyawan Taliban dengan Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia menolak mengomentari video CNN itu. Tapi, sebelumnya membantah laporan yang menyatakan Pemerintah Moscow mempersenjatai Taliban. "Sama sekali tidak benar," kata salah satu pejabat Rusia. "Rekaman video itu untuk menutupi kegagalan AS di Afghanistan. Rusia hanya membicarakan upaya damai dengan Taliban," kata pejabat tersebut.

Sementara itu, para pejabat militer AS merasa khawatir semakin banyaknya senjata Rusia di tangan kelompok gerilyawan Taliban. "Saya sama sekali tidak membantah, bahwa mempersenjatai mereka yang melancarkan serangan, bukanlah langkah yang baik," kata Jenderal John Nicholson, Komandan AS di Afghanistan.

Hal yang sama juga diungkapkan Jenderal Joseph Votal, Kepala Pusat Komando Militer AS. "Mereka memang mendukung Taliban dengan senjata dan peralatan militer lainnya," kata Jenderal Joseph Votal.

Seperti diketahui, pada 1979-1989 gerilyawan Mujahidin berperang melawan tentara Uni Soviet yang mendukung Pemerintahan Republik Demokrasi Afghanistan. Sebanyak 2 juta penduduk sipil terbunuh dan warga Afghanistan terpaksa mengungsi ke Pakistan dan Iran. Kini, Rusia mempersenjatai Taliban, untuk menggulingkan Pemerintah Presiden Ashraf Gani, yang didukung AS.

Komentar

 
x