Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 05:22 WIB

Puluhan Warga Asing Terlibat Penculikan Penjudi

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 21 Juli 2017 | 13:11 WIB
Puluhan Warga Asing Terlibat Penculikan Penjudi
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Manila - Empat puluh tiga warga asing ditangkap kepolisian Filipina karena terlibat penculikan dan pemerasan terhadap seorang perempuan yang kalah judi di Kasino Solaire, Metro Manila, Filipina.

Kantor berita Reuters mengabarkan Kamis (20/7/2017), ke-43 warga asing itu berasal dari China dan Asia Tenggara. Mereka diyakini sebagai anggota komplotan peminjam uang berbunga tinggi, yang biasa memangsa para pemain judi yang kalah. Korbannya, tak lain adalah seorang perempuan 48 tahun asal Singapura yang mengalami kekalahan besar di Kasino Solaire.

Sejumlah pria asing dan seorang perempuan mendekati korban yang tak disebut namanya itu, 17 Juli 2017. Mereka menawarkan uang pinjaman dengan bunga mencekik leher. Setelah kalah main, korban diajak main di kasino lainnya. Namun kali ini, korban diculik dan dianiaya serta direkam dalam video yang dikirim ke keluarga korban dengan uang tebusan US$180 ribu.

"Untung penculikan itu diketahui polisi dan korban dibebaskan sehari kemudian," tutur Kepala Kepolisian Filipina Ronald dela Rosa. "Kasus penculikan seperti itu terjadi pada dua warga Malaysia dan 41 warga China lainnya," sambung Ronald dela Rosa. Sebanyak 11 kasus serupa terjadi sejak tahun 2015. Bulan lalu, seorang pemain judi yang kalap menyerbu World Resort Casino di Manila dan menembak mati 37 orang korban.

Pejabat setempat mengungkapkan kasus penculikan perempuan Singapura itu, membuat para penjudi luar negeri takut bermain di Filipina. Padahal, Pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte menargetkan pendapatan sebesar US$3,1 miliar hingga US$3,2 miliar tahun ini, atau 7 persen lebih besar dibandingkan tahun lalu. "Insiden itu membuat para pengelola kasino kesulitan menarik penjudi kelas kakap dunia," tutur Shaun McCamley, salah satu partner Global Market Advisory di Bangkok, Thailand.

Tags

 
x