Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 01:49 WIB

Israel Pasang Detektor Logam di Masjid al-Aqsa

Oleh : Binar MP | Senin, 17 Juli 2017 | 18:06 WIB
Israel Pasang Detektor Logam di Masjid al-Aqsa
(Foto: express)
facebook twitter

INILAHCOM, Jerusalem - Setelah penutupan kompleks Masjid al-Aqsa, pasukan keamanan Israel menerapkan langkah-langkah keamanan di kompleks masjid itu.

Langkah keamanan tersebut dilakukan atas perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan bahwa Israel harus mengambil kendali sepenuhnya atas insiden terjadi di kompleks tersebut untuk mencegah serangan di masa depan

Sebelumnya, pasukan itu sempat menutup kompleks selama dua hari dan membukanya kembali dengan sistem keamanan lebih ketat. Baku tembak juga sempat terjadi setalah penutupan masjid yang menewaskan lima orang.

Warga Palestina dan para petinggi masjid menolak dengan keras penerapan sistem tersebut. Mereka juga menolak untuk salat di dalam setelah masjid dipasangi detektor logam dan kamera pengawas jarak dekat.

Sedikitnya puluhan jemaah menunjukkan penolakan dengan cara berkumpul di pintu masuk kompleks dekat Lions Gate hingga ke Kota Tua untuk melaksanakan salat. Mereka melakukan itu karena menilai antisipasi keamanan dilakukan Israel menyalahi hak umat Islam.

"Penutupan kompleks Masjid al-Aqsha, pendudukan itu sendiri, dan pencegahan seruan salat sangat tidak adil bagi kami. Ini juga melanggar resolusi PBB dan kesepakatan internasional," kata direktur al-Aqsa, Omar Kiswani.

"Kami meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel atas perubahan yang mereka lakukan terhadap Masjid al-Aqsa. Mereka telah mengambil alih kendali kami dan kami akan tetap tinggal di luar masjid sampai mereka mengembalikan tempat ini seperti semula," sambungnya.

Ini merupakan kali pertama kompleks tersebut ditutup untuk salat setelah 48 tahun. Bahkan yang lebih memilukan, jemaah yang hendak salat kini malah diharuskan untuk melewati serangkaian pemeriksaan sebelum masuk ke masjid.

"Kami tidak membenarkan apa yang terjadi saat ini. Ini masjid kami dan kami menolak untuk masuk melalui gerbang elektronik. Hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi kepada kami," kata Abu Mohammed, pemilik klinik kecil di kompleks itu, demikian seperti dilansir dari laman Al-Jazeera.

 
x