Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 08:32 WIB
Hightlight News

Inilah Modal IHSG Menunju Level 6.000

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 17 Juli 2017 | 06:02 WIB

Wall Street Positif

Inilah Modal IHSG Menunju Level 6.000
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Untuk pekan ini, gerakan IHSG akan terpengaruh pelaku pasar yang akan mencermati data neraca perdagangan bulan Juni yang akan dirilis pada Senin awal pekan ini.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, bulan Juni berpotensi mengalami surplus neraca perdagangan lagi. BI memperkirakan surplus neraca perdagangan pada Juni akan naik menjadi US$ 1,4 miliar, atau tumbuh kurang lebih sebanyak 3 kali lipat dari bulan sebelumnya sebesar US$474 juta.

Jika perkiraan BI tersebut benar, maka akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG pada awal pekan ini. Sementara pada hari kamis tanggal 20 Juli 2017, BI diperkirakan masih akan menahan tingkat suku bunga acuannya dalam rapat pertemuannya. "Pelaku pasar memperkirakan tidak akan ada perubahan dalam penetapan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 4,75%," katanya, Minggu (16/7/2017).

Dengan naiknya IHSG pada pekan lalu, maka secara teknikal trend kenaikan indeks masih terjaga. IHSG masih terus bergerak naik didalam up trend channel yang terbentuk sejak akhir tahun lalu.

Kondisi IHSG saat ini masih belum berubah dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Meskipun masih dalam trend bullish, tapi dalam jangka pendek, IHSG masih relatif bergerak sideways.

Level support IHSG saat ini berada di 5765, sedangkan untuk resistennya berada di level 5910. Indikator teknikal Stochastic telah golden cross lagi. Sedangkan MACD masih cenderung bergerak mendatar. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih cenderung berkonsolidasi dalam jangka pendek.

Perlu menjadi perhatian di sini adalah support dari uptrend channel di 5765. Apabila support tersebut gagal dipertahankan, maka trend kenaikan IHSG akan patah, sehingga berpotensi untuk turun menuju target di 5577, dengan minor target dikisaran 5670 an.

Namun apabila support tersebut terjaga dan IHSG masih berlanjut naik dengan menembus level tertingginya di 5910, maka peluang bagi IHSG untuk meneruskan bullish relinya menuju level psikologis 6000 menjadi sangat terbuka.
    
Selain data dalam negeri,  beberapa agenda dan data ekonomi penting dari luar negeri yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah hari Senin 17 Juli 2017, rilis data GDP dan produksi pabrik China. Hari Selasa 18 Juli 2017, rilis data inflasi Inggris dan Pidato Gubernur BOE Carney. Hari Rabu 19 Juli 2017, rilis data perizinan pembangunan dan persediaan minyak AS.

Hari Kamis 20 Juli 2017, kebijakan moneter dan suku bunga serta Konferensi pers BOJ, rilis data neraca perdagangan Jepang, rilis data penjualan ritel Inggris, kebijakan suku bunga dan Pernyataan Pers ECB, Rilis data keyakinan konsumen zona euro, Rilis data klaim pengangguran AS

Untuk pekan ini banyak data dan kejadian ekonomi penting dari luar negeri. Beberapa bank sentral akan merilis kebijakan moneter suku bunganya dan menggelar konferensi pers, diantaranya adalah BOJ dan ECB. Hal ini akan menjadi momen penting bagi market, bisa menjadi sentimen positif atau negatif tergantung dari kebijakan yang diambil dan reaksi pasar.

Kemudian rilis data kinerja keuangan emiten semester I 2017 mulai menjadi perhatian pelaku pasar. Antisipasi pertumbuhan kinerja perusahaan akan menjadi salah satu faktor sentimen yang akan menjadi penggerak market.
 

1 2

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget
x