Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 08:08 WIB

40 Orang Tewas dalam Banjir di India

Oleh : Binar mp | Kamis, 13 Juli 2017 | 18:50 WIB
40 Orang Tewas dalam Banjir di India
(Foto: presstv)
facebook twitter

INILAHCOM, Guwahati - Sedikitnya 40 orang meninggal dunia akibata banjir yang melanda kawasan utara India. Bnajir juga memaksa 1,5 juta orang mengungsi dari rumah mereka.

Selain itu, bencana sama juga merendam taman nasional, yang selama ini menjadi lingkungan hidup terbesar dunia bagi hewan langka badak bercula satu.

Air di sungai Brahmaputra, yang mengalir dari China menuju India dan Bangladesh, melewati batas ketinggian bibir sungai setelah hujan lebat. Akibatnya, banjir melanda di lebih dari 2.500 desa di negara bagian Assam, India, dalam dua pekan belakangan.

Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan duka cita terhadap keluarga korban, sementara ribuan orang mencari perlindungan di lebih dari 300 tempat penampungan darurat. Di sisi lain, pejabat setempat menyatakan "kewaspadaan tertinggi terhadap bahaya kesehatan" untuk menghentikan penyebaran penyakit.

Upaya besar juga dilakukan untuk menyelamatkan badak bercula satu dan hewan liar lain, yang berada dalam bahaya, saat banjir menggenangi Taman Nasional Kaziranga, kata badan PBB, UNESCO.

"Lebih dari 90 persen wilayah Taman Nasional Kaziranga kini terendam air," kata Menteri Kehutanan negara bagian Assam, Rani Brahma, kepada Reuters.

Taman seluas 430 km persegi itu adalah habitat bagi 2.500 badak bercula satu, yang secara global hanya tersisa 3.000 ekor.

"Dua ekor badak mati tenggelam, dan 15 rusa mengalami nasib yang sama akibat bencana ini," kata Brahma.

Hewan kini mengungsi di daratan tinggi, termasuk pegunungan di luar wilayah taman, kata dia.

Namun, saat hewan itu pindah ke daerah lebih tinggi untuk menghindari banjir, mereka rentan menjadi korban para pemburu binatang langka.

Mereka juga semakin berpotensi menjadi korban tabrakan oleh kendaraan jika hewan itu berlindung di jalanan.

"Barikade khusus telah dipasang di jalan-jalan utama dan para penjaga hutan sudah meminta pengendara untuk memacu kendaraan mereka di bawah kecepatan 40 km per jam," kata penjaga kawasan taman nasional.

Ketinggian air di sungai Brahmaputra diperkirakan terus naik hingga akhir pekan ini sebelum kembali ke tingkat normal, kata Komisi Pusat Perairan.

Tags

Komentar

 
x