Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 03:12 WIB

Fatal, Pertemuan Trump Jr dan Pengacara Rusia

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 12 Juli 2017 | 17:25 WIB
Fatal, Pertemuan Trump Jr dan Pengacara Rusia
(Foto: thepoliticus)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Serangkaian kiriman surat elektronik yang diterima Donald Trump Jr, menunjukkan bahwa keluarga Presiden Donald Trump tahu bahwa Rusia melibatkan diri dalam Pilpres 2016 lalu.

The New York Times melaporkan Selasa (11/7/2017), pertukaran email antara putra Presiden Trump membuktikan "Natalia Veselnitskaya, pengacara elite Kremlin menawarkan dokumen dan informasi resmi yang akan memberatkan Hillary Clinton dan bermanfaat bagi posisi Donald Trump, ayahnya," tulis The Times. "Itu bukan surat menyurat dari warga Rusia biasa, melainkan dari Kremlin, pusat pemerintahan Rusia," tambah harian kondang itu.

Dengan kata lain, dokumen dan informasi yang didapat Rusia itu berasal dari hasil curian. Entah dicuri oleh para agen mata-mata atau peretas Rusia. Kalau bukan, siapa lagi yang mampu melakukan penyadapan itu, kecuali Pemerintah Rusia?

Kuat dugaan, informasi penting itu dicuri Rusia selama Hillary Clinton menjadi Menteri Luar Negeri AS. Anehnya, selama beberapa bulan, Presiden Trump meragukan Rusia melakukan penyadapan, sampai akhirnya kiriman email Trump Jr, putranya dengan pengacara Natalia Veselnitskaya sejak bulan Juni 2016, terbongkar pekan lalu

Dalam ulasannya, Harian The New York Times menjelaskan, begitu mendapat kiriman email dari Rusia, Trump Jr seharusnya melapor ke Biro Investigasi Federal, FBI. Seperti halnya yang dilakukan Wapres Al Gore yang menerima brifing berbentuk selebaran dari salah satu jurkam Bush pada 2000. Bukannya melapor, malah Trump Jr gembira menerima kiriman itu. "I Love it!"

Bahkan, Donald Trump Jr, mengajak Jared Kushner, adik sepupunya dan Paul Manafort, pelobi dan konsultan politik Presiden Donald Trump, untuk hadir dalam pertemuan dengan Natalia Veselnitskaya. "Pertemuan itu, tak ubahnya seperti pertemuan para maling untuk mempengaruhi hasil Pilpres 2016, yang disambut gembira oleh Trump Jr," tulis Nicholas Kristof di The New York Times. Setelah terbongkar, Gedung Putih membantah hingga delapan kali, sehingga kolusi antara Rusia dan AS semakin nyata.

 
x