Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 03:10 WIB

Mosul Berhasil Direbut dari Tangan ISIS

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 11 Juli 2017 | 12:07 WIB
Mosul Berhasil Direbut dari Tangan ISIS
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Baghdad - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, mengumumkan bahwa Kota Mosul telah direbut kembali dari tangan ISIS.

Laporan CNN menyebutkan hal itu diungkapkan Haider al-Abadi Senin (10/7/2017). "Dari sini. Dari jantung kota Mosul yang baru dibebaskan oleh pengorbanan warga Irak dari seluruh provinsi, kami menyatakan kemenangan bagi Negara Irak dan bangsa Irak," kata PM Haider al-Abadi yang mengenakan bendera Irak, di bawah pengawalan ketat. "Hari ini kita rayakan kemenangan para pejuang dan warga Irak selama tiga tahun," sambungnya.

Kemenangan itu tercapai berkat operasi sembilan bulan yang dilakukan berbagai pihak. Para pejuang dari berbagai etnis dan latar belakang bertempur di bawah dukungan dan koordinasi pasukan AS yang melakukan serangan udara ke wilayah pendudukan ISIS. Pasukan Irak menancapkan bendera Irak di tepian Sungai Tigris, untuk merayakan kemenangan mereka.

Selanjutnya, Pemerintah Irak berniat membangun kembali Kota Mosul yang luluh lantak dihancurkan gerilyawan ISIS. "Tantangan utama yang harus dihadapi Pemerintah Irak adalah memenuhi kebutuhan pokok 400 ribu warga Irak yang kehilangan tempat tinggal di Barat Mosul," tutur Fawaz Gerges. Ahli Timur Tengah dari London School of Economics and Political Science itu, memperkirakan pembangunan kembali Mosul membutuhkan dana sebesar $1 miliar.

Pasukan Irak mengambil alih belasan desa yang ditinggalkan kelompok ISIS. Di beberapa desa, kelompok militan meninggalkan desa saat pasukan Irak tiba, tapi mereka kembali lagi setelah desa itu ditinggalkan lagi oleh tentara Irak. "Bahkan banyak kasus di antaranya, militan ISIS itu membantai kembali penduduk desa yang baru saja dibebaskan pasukan Irak," tulis CNN.

Banyak pihak mengecam AS yang meninggalkan Irak setelah invasi militer ke Irak tahun 2003. Langkah AS itulah yang menyebabkan bangkitnya kembali kelompok Al Qaida di Irak, dan lahirnya kelompok militan ISIS di Irak.

Karena itu, para pejabat tinggi AS di Irak bekerjasama dengan para pemimpin suku Irak untuk memastikan ISIS tak lagi muncul di Mosul. Tahun lalu, AS melatih 15 ribu milisi Sunni Irak, untuk merebut Mosul. "Satu peringatan penting bagi Pemerintah Trump: Jangan hanya mengalahkan militan ISIS. Itu tidak cukup. Lihat saja, Al Qaida berhasil dikalahkan tahun 2007 dan 2010. Tapi mereka kembali bangkit," kata Fawaz Gerges.

Tags

 
x