Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 Juli 2017 | 13:35 WIB

Agar Biaya Produksi Irit, Pakailah Jurus Airlangga

Oleh : - | Selasa, 20 Juni 2017 | 01:29 WIB
Agar Biaya Produksi Irit, Pakailah Jurus Airlangga
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah bertekad untuk melakukan modernisasi di sektor industri manufaktur dengan mengimplementasi sistem industri seri 4.0. Agar tercipta efisiensi hingga 12-15%.

"Pengembangan R&D ke depan diarahkan pada upaya agar industri nasional aktif melakukan inovasi teknologi guna mentransformasikan dan mengimplementasikan sistem industri 4.0 dalam proses produksinya," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui rilis kepada media di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Kata Airlangga, industri perlu menerapkan kegiatan di bidang penelitian dan pengembangan yang mampu mengintegrasikan dunia online dan lini produksi dengan memanfaatkan internet sebagai penopang utamanya.

Menurut Airlangga, kementerian perindustrian telah menyiapkan empat langkah strategis agar Indonesia mampu menghadapi era revolusi industri keempat tersebut. Pertama, mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri. "Guna mendukung upaya tersebut, kami juga menginisiasi pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri," ujar Airlangga.

Pengembangan program ini, lanjut Airlangga, sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai di dunia industri dengan target mencapai satu juta orang pada 2019.

"Kedua, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-smart IKM," papar Airlangga.

"Program e-smart IKM ini merupakan upaya juga memperluas pasar dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era industri 4.0," lanjut Airlangga.

Ketiga, kemenperin meminta kepada industri nasional dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality.

Terakhir, masih kata Airlangga, diperlukan inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis. Upaya inkubasi telah dilakukan Kemenperin dengan mendorong penciptaan wirausaha berbasis teknologi yang dihasilkan dari beberapa technopark yang dibangun di beberapa wilayah di Indonesia.

Beberapa di antaranya yakni di Bandung (Bandung Techno Park), Denpasar (TohpaTI Center), Semarang (Incubator Business Center Semarang), Makassar (Makassar Techno Park - Rumah Software Indonesia, dan Batam (Pusat Desain Ponsel). [tar]

 
Embed Widget

x