Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 05:12 WIB

Presiden Trump Perketat Lagi Hubungan AS-Kuba

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 16 Juni 2017 | 11:58 WIB
Presiden Trump Perketat Lagi Hubungan AS-Kuba
Presiden Donald Trump - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Miami - Pemerintah AS masih memberlakukan larangan ketat bagi warga AS dan Kuba untuk melakukan bisnis dan saling kunjungan.

CNN mengabarkan, hal itu diungkapkan Presiden Donald Trump dalam kunjungannya ke komunitas Kuba di Miami, Jumat (16/6/2017). Tapi, Trump konon memberi pengecualian bagi perusahaan-perusahan milik badan militer Kuba. Sebuah sumber CNN menyebutkan, Trump menginstruksikan Menlu Rex Tillerson untuk membentuk satuan khusus memperluas jaringan internet ke Kuba. Dan, AS akan menentang upaya PBB untuk mencabut embargo ekonomi Kuba.

"Kuba gagal menekan kasus-kasus hak asasi manusia," kata salah seorang pejabat tinggi di Washington DC. Meski demikian, kedutaan besar AS dan Kuba tetap dibuka, dan kunjungan turis antara kedua negara tetap digelar.

Menurut sejumlah pejabat tinggi AS, Pemerintahan Trump keberatan dengan pelaksanaan HAM di Kuba. Selain itu, Trump menuntut agar Assata Shakur, anggota Black Panther yang melakukan pembunuhan di New Jersey, AS, segera diekstradisi dari Kuba. "Kami memusatkan perhatian untuk membantu warga sipil Kuba," kata seorang penasehat Trump. "Kenapa kita memberi keuntungan bagi militer Kuba, dan tidak memberikannya kepada warga sipil," lanjut penasehat tersebut.

Menurut CNN, langkah tersebut merupakan serangkaian upaya Trump untuk membatalkan kebijaksanaan luar negeri bekas presiden Barrack Obama. Awal bulan ini misalnya, Trump bertekad meninggalkan perjanjian Paris yang selama ini diteken Obama. Trump juga menghapus program subsidi kesehatan Obamacare dan menggantinya dengan Progam Kesehatan AS, yang lebih mahal ketimbang program kesehatan sebelumnya.

Tags

 
x