Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Juni 2017 | 23:32 WIB

Kebakaran Hebat Apartemen di London

Warga Muslim Gedor Pintu Bangunkan Tetangga

Oleh : - | Kamis, 15 Juni 2017 | 14:52 WIB
Warga Muslim Gedor Pintu Bangunkan Tetangga
(telegraph.co.uk)
facebook twitter

INILAHCOM, London - Warga Muslim yang tinggal di apartemen Grenfell Tower yang terbakar untuk menyelamatkan tetangga dengan membangunkan mereka saat sahur ketika api mulai membara.

Waktu Subuh di London jatuh pada pukul 02:40 dini hari dan banyak warga Muslim di apartemen itu masih terjaga menunggu sahur saat kebakaran terjadi.

Hingga Rabu petang (14/6/2017) waktu setempat, setidaknya 12 orang meninggal setelah kebakaran besar ini dan polisi memperkirakan jumlah korban akan bertambah.

Baca juga: Kebakaran Apartemen London Sudah Tewaskan 12 Orang

"Anak-anak Muslim berlarian menggedor pintu warga, membangunkan kami... mereka datang dari masjid. Kalau bukan atas bantuan mereka, penghuni pasti meninggal," kata seorang warga kepada HuffPost, seperti dilansir BBC.

"Ini karena Ramadan ... terima kasih Ramadan," tambah seorang perempuan setengah baya.

Ia mengatakan banyak yang mengecam komunitas Muslim ketika ada insiden yang menodai komunitas ini. "Tapi ketika mereka melakukan kebaikan seperti ini, tak ada yang memberi perhatian," kata penghuni Grenfell Tower lainnya.

Kepada Sky News, seorang saksi mata mengatakan bahwa warga Muslim yang 'bangun untuk sahur adalah penyelamat' warga yang berhasil diungsikan dari gedung apartemen.

Sementara seorang warga lain mengatakan mereka yang bangun sahur masih terjaga saat kebakaran terjadi di lantai dua gedung tingkat 24 itu.

Khalid Suleman Ahmed (20) yang baru-baru ini pindah ke rumah susun tersebut bersama tantenya tinggal di lantai delapan.

"Tidak ada alarm yang berbunyi. Saya tengah bermain PlayStation untuk menunggu sahur dan mencium asap. Saya bangun dan melihat asap di lantai tujuh," kata Suleman kepada HuffPost.

"Saya bangunkan tante saya, dan mulai menggedor pintu tetangga. Semua pintu dibuka dan hanya dua, namun saya kemudian melihat satu tetangga saya, jadi hanya ada satu keluarga yang tak terlihat. Tetangga sebelah lagi tertidur pulas," lanjut Suleman.

Berbagai komentar di Twitter terkait pemukim Muslim yang membantu para tetangga, sebagian disertai dengan tagar #Suhoor (sahur).

Akun atas nama Saleha @sal_chand menulis tentang saksi di Sky News yang disebut sebagai 'penyelamat'.

Wartawan lepas Elizia Volkmann, juga melalui akun Twitter-nya menanggapi, "Saya mendengar orang berbicara tentang keajaiban Ramadan dan inilah dia."

Pengguna lain berkomentar singkat, "Subhanallah. Terima kasih Tuhan untuk Ramadan," dan lainya mengatakan, "Muslim yang beribadah Ramadan adalah penyelamat pada saat kebakaran terjadi."

Rashida, salah seorang warga, juga mengatakan masih terjaga karena menunggu sahur. "Sebagian besar Muslim yang beribadah Ramadan biasanya baru tidur setelah pukul 02,30 setelah makan sahur dan salat Subuh. Jadi sebagian besar keluarga di sini masih terjaga," katanya kepada Sky News.

Ia menggambarkan warga di apartemen itu sangat beragam dan mengenal satu sama lain.

"Daerah ini sangat beragam, terdiri dari beragam warga negara dan agama. Kami kenal satu sama lain, ada populasi asal Moroko yang sangat tinggi, dan kami tinggal berdekatan satu sama lain. Kami saling kenal," katanya.

Warga lain Mohammed juga masih terbangun karena menunggu sahur dan dapat segera meninggalkan gedung yang hangus terbakar itu.

"Kami memang sudah bangun dan diminta untuk segera pergi. Saya bahkan tak membawa ponsel saya," katanya.

Sejumlah organisasi termasuk masjid-masjid di seputar lokasi membuka diri untuk menampung korban kebakaran. Salah satunya Masjid Al-Manaar, yang terletak hanya 1,5 kilometer dari apartemen Grenfell Tower.

"Masjid kami menyediakan akomodasi bagi mereka yang ingin bermalam ... tempat kami cukup untuk menampung 50 hingga 60 orang. Kami sediakan segala keperluan mereka," kata Abdurrahman Sayyid, pengurus masjid kepada BBC.

"Semua yang butuh bantuan boleh datang, Muslim, non-Muslim, yang tak punya agama silakan datang ke masjid. Bahkan kalau pun mereka tak butuh akomodasi, kami akan sediakan makanan, minuman, air bersih dan berbagai keperluan lain," tambahnya.

Sayyid mengatakan, pihaknya kewalahan menerima sumbangan bagi warga yang terdampak kebakaran.

Salah satu organisasi yang terlibat dalam pemberian bantuan untuk ratusan orang yang kehilangan tempat tinggal termasuk Ramadan Tent, proyek buka bersama yang dibentuk oleh mahasiswa Muslim dan non-Muslim SOAS, University of London.

"Kami mengumpulkan perlengkapan kamar mandi, makanan serta selimut," kata pendiri Ramadan Tent, Omar Salha.

Grenfell Tower, dibangun pada 1974, dan terdiri dari 1.000 unit tempat tinggal. Wali kota London Sadiq Khan mengatakan banyak hal yang harus dipertanyakan menyangkut keamanan rumah-rumah susun.

 
x