Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 22:36 WIB

Tokoh Oposisi Rusia dan Ratusan Pendemo Ditangkap

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 13 Juni 2017 | 14:29 WIB
Tokoh Oposisi Rusia dan Ratusan Pendemo Ditangkap
(Foto: presstv)
facebook twitter

INILAHCOM, Moskow - Lima ratus pengunjuk rasa di Moscow dan kota-kota lain di Rusia ditangkap pihak berwajib Senin (12/6/2017).

Kantor berita Reuters mengabarkan, penangkapan itu berlangsung menyusul aksi protes anti-korupsi yang diserukan tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny. Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel anti Presiden Rusia Vladimir Putin sambil mengepalkan tinju ke udara. "Rusia tanpa Putin dan Rusia akan bebas," seru para demonstran yang berkumpul di pusat Kota Moskow, bertepatan dengan hari libur memperingati Hari Nasional Rusia.

Hari Nasional Rusia merupakan peringatan penting bagi warga Rusia, karena pada 12 Juni 1991, Rusia memisahkan diri dari Uni Soviet. Kali ini, para demonstran tampaknya mengikuti anjuran Alexei melakukan protes menentang pemerintahan Presiden Putin yang dinilai korup.

Tujuan mereka, menggagalkan pemilihan presiden Rusia tahun depan yang bisa dipastikan bakal dimenangkan lagi oleh Vladimir Putin. "Kami tidak peduli dengan penangkapan massal yang dilakukan usai protes terakhir 26 Maret lalu," tulis Lyubov Sobol, pendukung oposisi Navalny di lini masa. "Rakyat tidak takut," lanjutnya.

Pemerintah Moskow menyebutkan, aksi demonstrasi yang diperkirakan diikuti hampir seribu orang itu, dinyatakan sebagai aksi ilegal, sehingga petugas anti-huru-hara dikerahkan. Mereka menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang yang terdiri dari kaum muda. "Saya sudah capek dengan sistem Putin. Sejak 17 tahun tidak pernah berubah. Banyak bukti para pejabat mencuri uang negara," tutur Roman, pelajar berusia 19 tahun.

Alexei Navalny, tokoh oposisi Rusia yang dituduh berdiri di belakang aksi demonstrasi itu, "Diciduk saat hendak meninggalkan rumahnya, Senin," tutur Yulia istrinya. Sejumlah saksi mata melihat sebuah mobil polisi meninggalkan kawasan rumah Navalny dengan kecepatan tinggi, disusul dengan sebuah minibus berisi belasan petugas keamanan. Sambungan listrik terputus menjelang penangkapan itu.

Pengadilan yang digelar mendadak tengah malam, menyatakan Navalny bersalah karena melanggar ketetenteraman umum dan divonis 30 hari penjara. Navalny pernah ditahan Maret lalu dan dijatuhi hukuman 15 hari dengan tuduhan yang sama.

Tags

Komentar

 
x