Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 22:38 WIB

Menlu AS dan Turki Bicarakan Qatar Lewat Telepon

Oleh : Binar MP | Senin, 12 Juni 2017 | 14:50 WIB
Menlu AS dan Turki Bicarakan Qatar Lewat Telepon
Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan timpalannya dari Turki, Mevlut Cavusoglu - (ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Ankara - Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan koleganya dari Turki, Mevlut Cavusoglu, membahas perkembangan di Suriah dan perselisihan Qatar dengan sesama negara Arab melalui sambungan telepon pada Sabtu (10/6/2017), kata sumber di Kementerian Luar Negeri Turki.

Pembicaraan telepon itu, yang dilakukan atas permintaan AS, terjadi setelah Tillerson pada Jumat (9/6/2017) mendesak Arab Saudi dan negara lain Teluk meringankan kucilan mereka terhadap Qatar.

Ia menilai, itu menyebabkan dampak kemanusiaan tidak perlu dan memengaruhi perjuangan Amerika Serikat melawan IS.

Tidak ada rincian terkait pembicaraan telepon itu.

Dengan mengacu pada tanggapan Tillerson atas kucilan itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dalam pidato di acara buka puasa Ramadan di Istanbul pada Jumat, "Saya nilai, itu seharusnya dicabut sepenuhnya."

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar pada Senin, menuduhnya mendukung militan Islam dan musuh mereka, Iran. Qatar menilai tuduhan itu tidak berdasar. Beberapa negara mengikuti hal itu.

Erdogan bersumpah untuk terus mendukung Qatar setelah persetujuan cepat undang-undang tentang penggelaran pasukan Turki di sana. Pada Sabtu, dia mengatakan kepada menteri luar negeri Bahrain bahwa perselisihan tersebut harus diatasi pada akhir Ramadan.

Erdogan pada Kamis (8/6/2017) juga menyetujui kesepakatan antara Turki dan Qatar dalam kerja sama pelatihan militer. Kedua rancangan undang undang itu dibuat sebelum perselisihan antara Qatar dan sesama negara Arab lainnya meletus.

Turki juga telah berjanji untuk menyediakan pasokan makanan dan air untuk Qatar.

Turki telah mempertahankan hubungan baik dengan Qatar dan juga beberapa tetangga Teluk Arab-nya. Turki dan Qatar sama-sama memberikan dukungan untuk kelompok Ikhwanul Muslimin di Mesir dan mendukung pemberontak berjuang untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Turki dan sesama anggota NATO, AS, juga berselisih mengenai dukungan AS pada milisi Kurdi Suriah, YPG, dalam perang melawan kelompok ISIS di Suriah. Turki menilai YPG sebagai perpanjangan Partai Buruh Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan selama tiga dasawarsa di Turki.

AS mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya telah mulai memasok senjata ke YPG untuk penyerangan di kota Raqqa di Suriah, yang memperdalam kemarahan Turki.

Peran YPG dalam kampanye Raqqa telah mempertegang hubungan antara AS dan Turki, yang takut jika hal itu menumbuhkan kekuasaan Kurdi di sepanjang perbatasannya.

Sementara itu, sekutu pimpinan Arab Saudi melawan Qatar, yang kaya akan gas, bertambah jadi sembilan negara Sabtu ketika Niger menyatakan negara Afrika itu akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha, demikian Reuters melaporkan.

Komentar

 
x