Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Juni 2017 | 23:22 WIB

AS Kirim Pasukan Khusus Bantu Filipina di Marawi

Oleh : - | Minggu, 11 Juni 2017 | 14:14 WIB
AS Kirim Pasukan Khusus Bantu Filipina di Marawi
(Foto: sputniknews)
facebook twitter

INILAHCOM, Marawi - Pasukan khusus AS sedang membantu Angkatan Bersenjata Filipina untuk membebaskan Kota Marawi dari kekuasaan kelompok milisi Maute yang pro-ISIS.

Menurut juru bicara Kedutaan Besar AS di Manila, permintaan bantuan telah diajukan pemerintah Filipina beberapa waktu lalu.

"Sesuai dengan permintaan pemerintah Filipina, pasukan operasi khusus AS sedang mendampingi AFP (militer Filipina) dalam operasi di Marawi guna menolong para komandan AFP di lapangan dalam perlawanan menghadapi Maute dan ASG (kelompok Abu Sayyaf)," kata sang juru bicara kepada kantor berita Reuters.

Dari sisi Filipina, juru bicara militer Filipina di Marawi, Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera, mengonfirmasi bantuan AS.

"Mereka tidak bertempur. Mereka hanya menyediakan sokongan teknis," kata Letkol Herrera, kepada kantor berita AFP, tanpa merinci sokongan teknis yang dimaksud.

Pada Jumat (9/6/2017), pesawat pengintai P3 Orion milik militer AS terlihat terbang di atas Kota Marawi, namun belum ada bukti bahwa AS telah mengirim pasukan.

Letkol Herrera mengatakan ada sebanyak 13 personel marinir Filipina yang tewas dalam pertempuran melawan kelompok Maute baru-baru ini. Jumlah itu menambah daftar serdadu Filipina yang tewas menjadi 58 orang sejak pertempuran berlangsung tiga pekan lalu.

Selain serdadu, pemerintah Filipina mengatakan sedikitnya 138 milisi dan 20 warga sipil meninggal dunia.

Kelompok Maute, yang dipimpin kakak-beradik Omar dan Abdullah Maute, masih menguasai Kota Marawi walau mengalami gempuran berhari-hari. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT, kelompok Jamaah Ansharut Daulah turut mengirimkan sejumlah warga Indonesia yang memperkuat kelompok Maute.

Sejauh ini, ada empat WNI yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang oleh otoritas Filipina. Mereka adalah YO, AS, Y, dan AKY.

Bergabungnya pasukan AS dalam upaya merebut kembali Kota Marawi mengemuka di tengah ketegangan AS dan Filipina sejak Duterte menjabat presiden.

"Saya mengumumkan perpisahan dengan AS," katanya, "AS tidak mengendalikan hidup kami. Cukup sudah omong kosong," kata Duterte pada Oktober 2016 usai bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, di Beijing.

Sebelum Duterte menjadi presiden, aliansi AS dan Filipina di bidang militer terjalin kuat. Pada 2002, Washington menerjunkan pasukan elite ke Mindanao untuk melatih dan memberi arahan kepada tentara Filipina yang bertugas memerangi kelompok milisi Abu Sayyaf.

Program saat itu melibatkan 1.200 warga AS. Akan tetapi, kerja sama itu berhenti pada 2015, walau AS masih tetap memberi sokongan logistik dan teknis.

 
x