Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 08:32 WIB

Puluhan Orang Terlibat Aksi Bom Iran Ditangkap

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 10 Juni 2017 | 15:29 WIB
Puluhan Orang Terlibat Aksi Bom Iran Ditangkap
(Foto: Associated Press)
facebook twitter

INILAHCOM, Teheran - Penguasa Iran menangkap 41 orang yang dicurigai terlibat dalam aksi pengeboman gedung Parlemen Iran, Jumat (9/6/2017).

The New York Times mengabarkan, sebuah sumber di Teheran mengungkapkan, para pelaku bom bunuh diri diduga adalah warga Kurdi Iran. Kementerian intelijen Iran mengidentifikasi salah seorang pelakunya yang bernama Serias Sadeghi, adalah warrga Kurdi Iran dari Kota Paveh. Kota yang dekat dengan perbatasan dengan Irak. Laman KhabarDena.ir mengutip Mamusta Molla Ghader Ghaderi, seorang pemimpin komunitas Paveh, menyatakan bahwa pelaku memang berasal dari kota tersebut.

Dalam video yang dibuat sebelum penyerangan, Serias Sadeghi, yang diduga memimpin lima pejuang ISIS bertopeng hitam, menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu. ''Pesan ini berasal dari tentara ISIS di Iran, tentara brigade pertama yang, Demi Allah, akan terus berlanjut,'' katanya dalam bahasa Arab dan Kurdi.

Meski begitu, Pemerintah Iran bersikap ragu-ragu untuk mengakui bahwa di Iran telah muncul kelompok teroris. Penjagaan lebih ketat mengerahkan ratusan pasukan keamanan menggeledah pengunjung makam Ayatollah Ruhollah Khomeini. Tiga pasukan Garda Revolusi berdiri di setiap sudut stasiun kereta metro Teheran. Pengawalan yang ketat juga diterapkan di gedung parlemen. Hanya pengunjung yang mendapat undangan yang diizinkan masuk gedung untuk ikut dalam upacara penguburan ke-16 korban.

Dalam sholat Jumat di Teheran, para jemaah menyerukan "Mati bagi Arab Saudi! Mati bagi Amerika Serikat! Mati bagi Inggris dan Israel". Salah seorang berteriak di pengeras suara memberi komando untuk meneriakkan slogan-slogan itu.

"Amerika dan Arab Saudi tidak dapat mengambil keuntungan dari peperangan yang mereka ciptakan sendiri. Karena itu mereka mengirimkan perang di dalam Iran," serunya. Kazem Sadigi, imam yang memimpin sholat Jumat itu menjelaskan pula bahwa para teroris ini merupakan produk dari kekuatan yang arogan. Dalam bahasa Iran, yang dimaksud dengan 'Kekuatan yang Arogan' tak lain adalah Amerika Serikat dan sekutunya.

Tags

 
x