Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 01:34 WIB

Pesawat China Hampir Tabrak Gunung di Hong Kong

Oleh : Binar mp | Kamis, 8 Juni 2017 | 19:50 WIB
Pesawat China Hampir Tabrak Gunung di Hong Kong
(Foto: Istimewa)
facebook twitter


INILAHCOM, Hong Kong - Sebuah pesawat dari maskapai Air China nyaris menabrak gunung ketika terbang di atas wilayah Pulau Lantau, Hong Kong. Insiden ini menimpa pesawat Air China dengan nomor penerbangan CA428 yang tengah mengudara ke Chengdu, China, pada Minggu (4/6/2017) waktu setempat.

Insiden ini terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Hong Kong.

Gambar yang dirilis situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan, pesawat itu sedikit menyimpang dari rute yang ditempuhnya saat melewati Pulau Lantau. Pesawat disebut sedikit condong ke arah selatan menuju desa Tai O yang dikelilingi gunung.

Seperti dilaporkan media lokal, South China Morning Post (SCMP), operator kendali lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) Hong Kong harus memberikan peringatan segera kepada pesawat itu. ATC juga mengarahkan pilot pesawat untuk membenarkan rute penerbangannya.

SCMP melaporkan, pesawat itu sedang mengudara di ketinggian 3.400 kaki (1.036 meter) saat menyimpang dari rute. Ketinggian itu disebut sedikit berada di bawah batas aman minimum yakni 4.300 kaki (1.310 meter).

"Jika pesawat itu membawa lebih banyak kargo atau penumpang, atau jika pesawat itu berukuran lebih besar, mungkin tidak akan mencapai ketinggian itu pada saat itu," terang anggota parlemen Hong Kong, Jeremy Tam Man-ho, yang memahami insiden ini.

"Jika pesawat berbelok menuju pegunungan pada ketinggian yang lebih rendah, Anda bisa membayangkan konsekuensi apa yang akan terjadi," imbuhnya. Namun terlepas dari itu, imbuh Jeremy Tam, sistem antitabrakan pada pesawat akan mengarahkannya untuk menaikkan ketinggian.

Dalam rekaman audio dari ATC yang dirilis Jeremy Tam ke SCMP, terdengar momen saat petugas ATC menginstruksikan pilot pesawat 'berbelok ke kanan segera' dan memperingatkan 'dataran tinggi di depan'. Saat pilot tidak berbelok, petugas ATC kembali memperingatkan keberadaan gunung di depan dan meminta pilot menaikkan ketinggian ke 5 ribu (1.524 meter) kaki dengan segera.

Menanggapi insiden ini, pihak maskapai Air China telah memberikan penjelasan. Air China menyebut, awak pesawat telah menanyakan arah kepada petugas ATC, namun karena frekuensi radio yang sibuk, pilot pesawat memutuskan 'berbelok' sembari menunggu konfirmasi. Pesawat ini akhirnya mendarat dengan selamat di Chengdu sekitar dua jam kemudian.

"Air China menempatkan keselamatan udara sebagai prioritas utama kami. Untuk ke depannya, kami akan memperkuat pendidikan keselamatan kami," tegas juru bicara Air China, demikian seperti dilansir dari Channel News Asia.

 
x