Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 22:44 WIB

ISIS Rekrut Penyerang Teheran dari Dalam Iran

Oleh : - | Kamis, 8 Juni 2017 | 14:20 WIB
ISIS Rekrut Penyerang Teheran dari Dalam Iran
(Foto: The Independent)
facebook twitter

INILAHCOM, Teheran - Iran mengatakan bahwa para penyerang yang menewaskan 12 orang di Ibu Kota Teheran pada Rabu kemarin (7/6/2017) adalah warga Iran yang bergabung dengan kelompok militan ISIS.

Dalam wawancara dengan stasiun pemerintah, Wakil Ketua Dewan Keamanan Agung Nasional Iran Reza Seifollahi mengatakan bahwa para penyerang 'bergabung dengan ISIS dari berbagai wilayah di dalam Iran.

Baca juga: Gedung Parlemen Iran Diserang, 7 Tewas 4 Disandera
Baca juga: Dua Insiden Terjadi di Iran Nyaris Bersamaan

Sebelumnya, ISIS mengklaim telah melakukan serangan pertama di Iran dan mengancam akan melancarkan serangan lebih lanjut atas umat Syiah di Iran.

Baca juga: ISIS Klaim Dua Serangan di Iran

Pengebom bunuh diri menyerang parlemen nasional dan makam pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini, Rabu kemarin.

Semua penyerang tewas dan lima orang yang diyakini merencanakan serangan ketiga sudah ditangkap, menurut pihak berwenang.

Sementara itu, pasukan Garda Revolusi Iran menuduh Arab Saudi dan AS terlibat dalam serangan di Teheran tersebut. Institusi tersebut menyoroti fakta bahwa insiden itu berlangsung setelah Presiden Donald Trump mengunjungi Arab Saudi.

"Aksi teroris ini berlangsung sepekan setelah pertemuan Presiden AS dengan pemimpin dari pemerintah reaksioner di kawasan... memperlihatkan mereka terlibat dalam tindakan kejam ini," sebut Garda Revolusi Iran dalam pernyataannya.

Tuduhan ini dibantah Arab Saudi, yang seperti AS, sudah mengecam serangan di Iran.

Kekerasan ini terjadi di tengah-tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah tujuh negara --antara lain Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain-- memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.

Ketujuh negara itu menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok militan Islam dan menjalin hubungan yang erat dengan Iran.

Arab Saudi yang dipimpin oleh umat Islam Sunni berebut pengaruh dengan Iran yang berpenduduk mayoritas umat Syiah di kawasan Timur Tengah, demikian laporan BBC.

Komentar

 
x