Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 07:55 WIB

China Akan Bangun Basis Militer di Pakistan

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 8 Juni 2017 | 12:43 WIB
China Akan Bangun Basis Militer di Pakistan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - China siap memperluas kemampuan militernya ke seluruh dunia dengan membangun sejumlah pangkalan militer di luar negeri, termasuk di Pakistan.

The Guardian mengabarkan Rabu (7/6/2017) hal itu terungkap dalam laporan tahunan Departemen Pertahanan AS, Pentagon. Tahun lalu, menurut laporan itu, China menghabiskan anggaran untuk Pasukan Pembebasan Rakyat China, hingga US$180 miliar.

Namun jumlah itu patut diragukan, mengingat anggaran belanja yang disetujui hanya sekitar US$140 miliar. "China tampaknya akan membangun pangkalan militer lagi di negara-negara sahabatnya yang memiliki kepentingan sama, seperti Pakistan," bunyi laporan tersebut.

Tahun lalu, China membangun basis militer di Djibouti, Afrika. Padahal di negara itu telah dibangun Kamp militer Lemonier, sebuah instalasi besar AS anti-terorisme yang beroperasi sampai ke Teluk Persia dan Timur serta Utara Afrika. "China ingin mementahkan keunggulan AS di kawasan tersebut dan berupaya membangun kekuatan militer di sana," kata Sam Roggeveen, ahli militer China dari Lowy Institute for International Policy. "Sampai sekarang ambisinya masih bersifat regional, tapi bakal menjadi aspirasi global akan mengambil alih kekuatan militer dunia kelak," sambung Sam Roggeveen.

Menurut Zhu Feng, profesor keamanan internasional di Universitas Nanjing, keinginan China melakukan ekspansi global, "Membuat Beijing butuh fasilitas yang terbatas dan penting di negara-negara asing," kata Zhu Feng. Yang masih menjadi kendala, sambungnya, adalah upaya kerjasama dan komunikasi dengan komunitas internasional, ujarnya.

Instalasi di Djibouti menurutnya bukan basis militer, melainkan basis pasokan militer China. "Anggapan yang salah. China akan membangun basis-basis perlengkapan di luar negeri bila diperlukan," katanya.

Profesor Zhu Feng menambahkan juga, penempatan pasukan militer China di luar negeri tidak akan menimbulkan ketegangan regional. "Jumlahnya sangat terbatas tapi diperlukan untuk mengoperasikan fasilitas pertahanan," kata Zhu. Guru besar Universitas Nanjing itu, tak lupa mengingatkan kehadiran kapal induk dan armada perang AS menjadi pemicu utama ketegangan di kawasan Asia dan lainnya.

Komentar

 
x