Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 21:30 WIB

Kontes Video LGBT Depkes Malaysia Menuai Kritik

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 7 Juni 2017 | 12:57 WIB
Kontes Video LGBT Depkes Malaysia Menuai Kritik
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Kuala Lumpur - Sebuah kontes video melindungi homoseksual dan transgender yang diselenggarakan Departemen Kesehatan Malaysia menuai kritik dari berbagai kelompok aktivis pendukung transgender.

NBC News mengabarkan Selasa (6/6/2017) The Thomson Reuters Foundation misalnya, mengecam kontes video itu malah mengobarkan kebencian bagi kelompok LGBT. "Lomba video itu mendorong aksi diskriminasi, kebencian bahkan kekerasan terhadap kelompok minoritas," seru Nisha Ayub, aktivis transgender Malaysia. Maklum, belakangan ini, sikap anti LGBT makin mencuat di Malaysia, negara multi etnis yang mayoritas penduduknya Muslim.

Kecaman itu, ditanggapi Lokman Hakim Sulaiman. Deputi Dirjen Kesehatan Malaysia itu mengungkapkan, kontes video yang digelar pihaknya, "Untuk menjaring pandangan dan memperluas pengetahuan kaum muda tentang praktek kehidupan yang sehat," kata Lokman Hakim.

Menurutnya, kontes berjudul 'National Creative Video Competition on Adolescent Sexual and Reproductive Health' tersebut, "Benar-benar murni dan tidak menciptakan diskriminasi pada kelompok tertentu," ujar Sulaiman.

Panduan kontes yang dipasang di laman Departemen Kesehatan itu, menyebutkan video yang ikut dalam kompetisi itu harus melukiskan konsekuensi yang bakal dihadapi bila seseorang menjadi LGBT. Selain itu, video tersebut juga dilengkapi dengan penjelasan melindungi, menangani dan membantu kelompok LGBT. Kategori lain yang diwajibkan dalam video itu, harus menjelaskan kesehatan seksual dan kejahatan cybersex.

Menurut Lokman, topiknya juga dipilih berdasar statistik yang menunjukkan masalah kesehatan seksual di antara para remaja Malaysia. Termasuk meningkatnya kegiatan seks dan penularan virus HIV penyebab AIDS. "Kami memberi panduan bagi para petugas kesehatan agar para pasien diperlakukan sama dan dihormati hak-haknya," tutur Lokman.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x