Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 18:40 WIB

London Bridge

Ratusan Imam Inggris Tolak Sholatkan Pelaku Bom

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 6 Juni 2017 | 13:24 WIB
Ratusan Imam Inggris Tolak Sholatkan Pelaku Bom
(Foto: Getty Images)
facebook twitter

INILAHCOM, London - Kepolisian Metro London mengumumkan nama dua dari tiga pelaku penyerangan menggunakan mobil van yang terjadi di London Bridge, akhir pekan lalu.

CNN mengabarkan Senin (5/6/2017), kedua orang itu bernama Khuram Shazad Butt dan Rachid Redounane, sedangkan pelaku ketiga masih diusut. Jajaran kepolisian London berhasil menembak mati ketiga pelaku serangan yang menewaskan tujuh orang itu. "Khuram Shazad Butt, 27, dikenal sebagai warga Inggris kelahiran Pakistan," tutur polisi. Sedangkan Rachid Redounane, 30, menyebut diri sebagai warga Inggris kelahiran Maroco dan Libya, sambung petugas polisi.

Khuram Shazad Butt yang tinggal di Selatan London, dikenal juga sebagai Abu Zaitun. Lelaki berusia 27 tahun tersebut pernah tampil beberapa kali dalam laporan televisi Saluran 4 Inggris. Laporan berjudul 'Kelompok Jihad di sekitar kita' itu bercerita tentang sejumlah warga Inggris yang berafiliasi dengan kelompok militan al-Muhajiron. Hingga akhir pekan lalu, Khuram Shazad bekerja sebagai resepsionis di sebuah pusat kebugaran di Ilford, London. Sedangkan profil Rachid Redounane, belum bisa diketahui kepolisian setempat.

Sementara itu, lebih dari 130 imam masjid di Inggris menolak mengubur jenazah ketiga pelaku penyerangan itu. "Kami tidak akan melakukan penguburan secara Islam bagi mereka. Kami juga mengimbau agar para imam lain mengikuti jejak kami," bunyi pernyataan resmi para pemimpin Muslim di Inggris.

Imam Abdullah Hasan salah satu imam Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga mengungkapkan, "Biasanya kami memakamkan setiap warga Muslim, tanpa mempedulikan tindakan dan latar belakangnya. Namun kali ini kami tidak bisa berbuat demikian," tutur Imam Abdullah Hasan. Para imam lain menggambarkan kekejian ketiga pelaku penyerangan London Bridge, sebagai "Tindakan yang tidak pernah dilakukan siapapun," bunyi pernyataan resmi para imam Inggris.

Komentar

 
x