Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 Juli 2017 | 23:23 WIB

Jerman Tarik Pasukannya dari Turki

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 6 Juni 2017 | 12:54 WIB
Jerman Tarik Pasukannya dari Turki
(Foto: Armenpress)
facebook twitter

INILAHCOM, Berlin - Pemerintah Jerman akan menarik tentaranya dari Turki setelah kedua negara tersebut berseteru.

The Telegraph mengabarkan, hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel, Senin (5/6/2017). "Turki tidak memberi pilihan lain bagi kami sehingga penarikan mundur pasukan akan segera dilakukan," katanya. Artinya, sekitar 260 tentara Jerman yang ditempatkan di Turki untuk melawan kelompok milinta ISIS, segera dipulangkan ke Jerman.

Menlu Jerman Gabriel terbang ke Ankara, sebagai langkah terakhir untuk berdamai dengan Turki, namun PM Turki Binali Yildirim menolak menemuinya. "Kami akan menarik pasukan dari Incirlik. Tentara Bundeswehr tidak bisa berada di sini lagi," lanjut Gabriel setelah berbicara dengan Menlu Turki Mevlut Covusoglu.

Konflik Jerman dan Turki makin meruncing setelah Jerman memberikan suaka politik terhadap sejumlah pelarian dari Turki, menyusul kudeta gagal di Turki tahun lalu. Turki meminta Pemerintahan Kanselir Angela Markel untuk mengekstradisi sejumlah opsir Turki pemohon suaka politik di Jerman. Namun tuntutan itu tidak dipenuhi Jerman. Sebaliknya, rombongan Parlemen Jerman minta agar mereka diizinkan melakukan kontak dengan Partai Pekerja Kurdi, PKK.

Dan yang membuat Jerman makin geram, ketika Turki Deniz Yucel, seorang wartawan berwarganegara ganda ditahan di Turki dengan tuduhan menyebarkan propaganda teroris. "Negara-negara Eropa menggunakan wartawan untuk mematai-matai Turki," kata Menlu Mevlut Covusoglu. "Turki dan Jerman tengah melalui periode yang sulit," kata Menlu Jerman Gabriel dengan halus.

Kini muncul kekhawatiran baru, bahwa Turki hendak menarik diri dari perjanjian migran dengan Uni Eropa. Bila itu terjadi, maka Turki bisa mengirim ribuan pencari suaka politik ke Eropa, sehingga makin membuat Uni Eropa pusing kepala. Mei lalu Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu mengancam akan mengirim 15 ribu pengungsi setiap bulan ke wilayah Uni Eropa. Padahal, 18 Maret 2016 lalu, Turki dan Jerman sepakat menekan jumlah imigran Turki ke Eropa.

Tags

 
x