Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 07:44 WIB

Sandera Wanita di Apartemen

Dua Pria Bersenjata Ditembak Mati Polisi Australia

Oleh : - | Selasa, 6 Juni 2017 | 01:16 WIB
Dua Pria Bersenjata Ditembak Mati Polisi Australia
(thenewdaily.com.au)
facebook twitter

INILAHCOM, Melbourne - Sebuah ledakan keras terdengar sebelum polisi berupaya membebaskan seorang sandera wanita di Melbourne, Australia.

Penyanderaan itu terjadi di sebuah apartemen di Bay Street, Brighton Area, Senin (5/6/2017) pukul 16.00 waktu setempat.

Mengutip Daily Express, dalam insiden tersebut tercatat dua pria tewas dan dua polisi mengalami luka tembak. Satu pria yang tewas merupakan penembak polisi, satu lainnya belum diketahui identitasnya.

Sebelum drama penyanderaan ini terjadi, terdengar ledakan keras. Polisi yang datang akan menyelidikinya disambut letusan senjata dari seorang pria. Pria itu menyandera seorang wanita di dalam kamar apartemen.

Dua polisi pun terkena peluru sebelum pria itu ditembak mati oleh petugas lainnya.

Suasana jadi mencekam karena letusan senjata terdengar mencapai 20 hingga 30 kali, kata seorang saksi mata.

Kepolisian negara bagian Victoria melakukan investigasi dalam upaya menemukan kaitan insiden ini dengan terorisme.

Ada laporan yang menyebutkan bahwa stasiun televisi lokal Channel 7 mendapat telepon dengan pesan 'Ini untuk IS'. IS adalah sebutan warga Barat terhadap kelompok militan ISIS.

Pria yang menelepon stasiun televisi itu diduga si penyandera sendiri sebelum terlibat kontak senjata. Namun, pejabat kepolisian Andrew Crisp menepisnya.

"Saya yakin panggilan telepon itu dibuat oleh beberapa orang kepada Channel 7. Kami akan bekerja sama dengan Channel 7 dalam penyelidikannya," kata Crisp.

Wanita yang menjadi sandera itu kini sudah berada dalam perlindungan polisi. Dia dilaporkan mengalami luka-luka namun tidak terlalu serius. Sementara para petugas kepolisian yang terkena tembakan tidak menderita luka yang membahayakan jiwa.

Australia, salah satu negara sekutu dekat AS yang aktif memerangi kelompok bersenjata ISIS di Suriah dan Irak, sudah waspada akan adanya potensi serangan oleh kelompok militan dalam negeri yang kembali dari konflik di Timur Tengah.

 
x