Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 22:35 WIB

Trump Bakal Ganjal Kesaksian James Comey

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 3 Juni 2017 | 14:14 WIB
Trump Bakal Ganjal Kesaksian James Comey
(Foto: AFP)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Presiden Donald Trump bakal mengganjal kesaksian bekas Direktur FBI James Comey di Parlemen Kamis pekan depan, dengan hak kepresidenan bernama 'Executive Previlege'.

CNN mengabarkan hal itu diungkapkan penasehat Gedung Putih, Kellyane Conway, dalam wawancaranya, Jumat (2/6/2017). "Presiden akan memutuskan hal itu nanti," katanya. Pernyataan Kellyane, yang dikenal dekat dengan Donald Trump itu, membuat warga AS terkejut. Sebab, dengan hak Istimewa Kepresidenan itu, Donald Trump bisa menggagalkan niat James Comey membeberkan upaya Trump agar FBI menghentikan pengusutan keterlibatan Rusia atas Michael Flynn, bekas penasehat nasional Gedung Putih.

Hak Istimewa Presiden tersebut pernah digunakan Presiden Richard Nixon saat menghadapi Mahkamah Agung dalam skandal Watergate tahun 1974. Tapi, menurut sejumlah ahli hukum tatanegara, Hak Istimewa Eksekutif itu, hanya bisa dilakukan oleh seorang presiden terhadap seseorang yang duduk dalam lembaga resmi pemerintah.

Padahal, James Comey kini menjadi warga biasa, setelah dipecat dari posisinya sebagai Direktur FBI, awal tahun ini. "Bila hak ini digunakan, maka citra Trump akan buruk dan posisinya makin melemah, karena tidak akan berhasil," tulis CNN.

Apalagi, Trump sendiri yang membongkar hal itu, dalam wawancaranya dengan Stasiun Televisi NBC. "Saya harap Comey tidak merekam pembicaraan kami sebelum ia membocorkannya ke wartawan," bunyi ciutan Trump di Twitter.

Profesor Noah Feldman dari Harvard meragukan Trump bakal menggunakan hak itu. Menurutnya, hak itu bisa digunakan apabila pembicaraan itu tak diketahui umum dan rahasia. "Bukankah Trump sendiri yang mengungkapkan di depan umum," kata Feldman kepada Bloomberg.

"Seandainya Trump tidak membongkar percakapan itu, niscaya Hak Eksekutif Istimewa yang dimiliki bisa digunakan," sambungnya. Artinya, James Comey bakal membeberkannya di depan Parlemen, Kamis nanti. Rame.

 
x