Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:43 WIB

Laporan Kekejaman CIA Kini Disimpan di Senat AS

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 3 Juni 2017 | 13:45 WIB
Laporan Kekejaman CIA Kini Disimpan di Senat AS
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Sebuah laporan mengenai program interogasi dan tahanan CIA diserahkan ke Senat AS oleh Pemerintahan Donald Trump, Jumat (2/6/2017)

Sepeti dikabarkan The New York Times, laporan setebal 6.700 halaman itu, akan disimpan selamanya oleh Senat AS dan tidak diungkap di depan umum. Maklum, laporan tersebut berisi program interogasi dan tahanan, yang dilakukan CIA usai peristiwa 11 September 2001. Termasuk di antaranya bagaimana CIA menangkap para tersangka teroris, cara menginterogasi mereka di sebuah penjara rahasia yang tidak dapat dijangkau oleh sistem hukum dan yudisial AS.

Laporan tersebut menyebutkan pula, bahwa metode interogasi yang dilakukan CIA, lebih brutal dan tidak efektif seperti yang diutarakan CIA di Parlemen. "Metode yang dilakukan petugas CIA tidak hanya sekedar penggelontoran air, membunyikan musik agar tersangka tidak dapat tidur, dan penyiksaan lain melainkan lebih dari itu," tutur sebuah sumber yang duduk di Komisi Senat yang didukung sejumlah anggota Republik.

"Laporan yang dikembalikan ke Komisi Senat AS itu, benar-benar sangat mengerikan," tutur Katherine Hawkins, dewan senior dari Constitution Project, sebuah organisasi advokasi AS. "Pertama, tidak seorang pun di jajaran eksekutif yang membuka laporan tersebut. Sangat absurb!" tutur Katherine Hawkins. "Kedua, Senator Richard Burr berupaya menutupi isi laporan itu sehingga disimpan di Senat," tambahnya.

Yang dimaksudkan itu tak lain adalah Richard Burr. Senator partai Republik yang menjadi Ketua Komisi Intelijen Senat meminta Presiden Obama untuk mengembalikan laporan CIA yang telah dikirim ke sejumlah badan pemerintah.

Di antaranya Departemen Pertahanan Pentagon, Departemen Kehakiman dan lainnya. Oleh Obama, laporan CIA itu diserahkan ke pengadilan agar tidak sampai ke Senat. Namun, setelah Presiden Trump menduduki Gedung Putih, laporan itu disampaikan ke Senat. "Isinya hanya catatan kaki dari sebuah perjalanan sejarah AS," kata Senator Burr dengan enteng.

Tags

 
x