Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:41 WIB

China dan Eropa Abaikan Trump Soal Perubahan Iklim

Oleh : - | Jumat, 2 Juni 2017 | 06:06 WIB
China dan Eropa Abaikan Trump Soal Perubahan Iklim
(poitico)
facebook twitter

INILAHCOM, Brussels- Para pemimpin China dan Uni Eropa sepakat menyetujui pernyataan bersama mengenai Perjanjian Iklim Paris, dan menandaskan bahwa ini merupakan sebuah keharusan yang lebih jauh penting daripada sebelumnya.

Sebuah draf dokumen, yang diperoleh BBC, menekankan 'komitmen politik tertinggi' untuk melaksanakan kesepakatan tersebut. Kesepakatan ini akan dilihat secara luas sebagai langkah mengabaikan AS, karena Presiden Trump berencana mengumumkan bahwa AS menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Pernyataan bersama antara China dan Uni Eropa akan dipublikasikan pada Jumat (2/5/2017) setelah pertemuan puncak di Brussels, Belgia.

Selama lebih dari setahun, para pejabat China dan Uni Eropa bekerja di belakang layar untuk menyetujui sebuah pernyataan bersama tentang perubahan iklim dan energi bersih.

Dokumen tersebut menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh kenaikan suhu Bumi sebagai isu keamanan nasional dan faktor penentu kerapuhan sosial dan politik, sekaligus menunjukkan bahwa transisi menuju energi bersih akan menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

"Uni Eropa dan China menganggap Perjanjian Iklim Paris sebagai pencapaian bersejarah yang mempercepat lagi pencapaian rendahnya emisi gas rumah kaca global dan pengembangan ketahanan iklim," tulis draf dokumen tersebut.

"Perjanjian Paris adalah bukti bahwa dengan kemauan politik dan kepercayaan bersama bersama, multilateralisme bisa berhasil dalam membangun solusi yang adil dan efektif untuk masalah global paling kritis di zaman kita. Uni Eropa dan Cina menggarisbawahi komitmen politik tertinggi mereka untuk pelaksanaan efektif Kesepakatan Paris dalam semua aspeknya."

Kedua belah pihak mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan langkah dan 'terus bergerak maju dengan kebijakan dan tindakan lebih lanjut' untuk menerapkan rencana nasional mereka dalam pengurangan karbon.

Secara signifikan, baik Uni Eropa dan China sepakat bahwa mereka akan menggariskan strategi jangka panjang tentang tingkat rendah karbon mereka pada tahun 2020.

Dokumen tersebut menguraikan bidang kerjasama lainnya antara lain pelabelan energi, standar kinerja energi dan standar kinerja bangunan.

"Uni Eropa dan China bergabung untuk terus bergerak maju dalam pelaksanaan kesepakatan Paris dan mempercepat transisi global untuk membersihkan energi," kata Miguel Arias Canete, komisaris iklim Uni Eropa.

"Tak ada negara yang harus ditinggalkan, tapi Uni Eropa dan China telah memutuskan untuk bergerak maju," imbuhnya.

Peningkatan kerja sama antara Uni Eropa dan China terjadi setelah berbagai laporan mengindikasikan makin tak tertariknya AS terhadap Perjanjian Paris, demikian laporan BBC.

Komentar

 
x